Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Independent)
Dream - Aung San Suu Kyi, mantan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang kini jadi Presiden Myanmar, kembali kehilangan penghargaan yang pernah diterimanya.
Holocaust Memorial Museum di Amerika Serikat mencopot penghargaan Elie Wiesel Award yang telah diberikan karena menganggap Suu Kyi tidak bisa berbuat banyak terkait aksi pembersihan etnis dan genosida yang dilakukan terhadap minoritas Muslim di negaranya.
Selama 12 bulan terakhir ini muncul berbagai laporan tentang kekejaman yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya. Akibatnya, lebih dari 700 ribu etnis Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Masyarakat internasional telah berulang kali meminta Suu Kyi, pemimpin Myanmar dan peraih Nobel, untuk menghentikan pembunuhan dan pembersihan yang oleh PBB digambarkan sebagai kasus pembersihan etnis 'di atas kertas'.
Melalui Twitter, Holocaust Memorial Museum mengumumkan pencopotan gelar tersebut. Sementara di situs resminya Holocaust Memorial Museum menjelaskan alasannya mengapa mereka mencabut penghargaan yang diterima Suu Kyi pada tahun 2012.
We rescinded Aung San Suu Kyi's Elie Wiesel Award on March 6, 2018. Read our letter to her explaining the decision. #Burma #Rohingya https://t.co/ZtK6AR7pte
— US Holocaust Museum (@HolocaustMuseum)March 7, 2018
© (Foto: Independent)
Dream - Tidak hanya mengumumkan lewat Twitter, Holocaust Memeroial Museum juga menjelaskan panjang lebar soal keputusan tersebut di situs resmi mereka.
"Berdasarkan perjuangan yang telah Anda kobarkan selama ini terhadap pemerintahan militer yang diktator, dan juga pesan kebebasan dan HAM yang telah Anda sampaikan kepada rakyat Myanmar, kami merasa terhormat untuk memberikan Elie Wiesel Award pertama kepada Anda pada tahun 2012.
"Namun, dengan penuh penyesalan bahwa kami sekarang mencabut penghargaan tersebut. Kami melakukan ini bukan tanpa alasan yang mendalam," bunyi pernyataan Holocaust Memorial Museum di situs resminya.
Disebutkan bahwa Holocaust Memorial Museum telah melakukan investigasi mendalam tentang pembunuhan minoritas Muslim oleh militer Myanmar sejak tahu 2013.
Investigasi tersebut terus berlanjut hingga tahun 2015. Namun Suu Kyi dan pemerintahannya tidak memperlihatkan tanda-tanda untuk mengurangi kekerasan yang terjadi.
"Sayangnya selama lima tahun terakhir situasinya semakin buruk dan tampaknya tidak bisa dipertahankan lagi bagi populasi Rohingya," lanjut pernyataan tersebut.
(Sah/Sumber: The Independent)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
