Presiden Joko Widodo Menghadiri Peringatan Nuzulul Quran Di Istana Negara. (Sumber: Setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo yakin Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik apabila bersandar kepada Alquran. Hal ini dikatakannya pada Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional Tahun 1437H/2016M.
" Apabila kita bersandar terus pada tuntutan Alquran, Insya Allah di ujung jalan, di ujung jembatan, di ujung pelabuhan, Indonesia akan menjadi lebih baik," kata dia di Istana Negara, Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Rabu 22 Juni 2016.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bangsa ini memerlukan tuntunan dari Alquran agar bisa memajukan kehidupan bangsanya dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang lebih toleran. Plus, membebaskan Indonesia dari kemiskinan.
Sampai sekarang, kata dia, Indonesia belum lepas dari masalah-masalah kemiskinan, masalah ketimpangan-ketimpangan sosial, ketimpangan antarwilayah. Wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke juga belum terhubung dengan baik, integrasi ekonomi nasional juga belum kuat, dan belum produktif.
Padahal, lanjut Jokowi, Alquran mengajarkan manusia untuk saling mengenal atau ta’aruf, saling memahami tafahum, dan saling bekerja sama, tolong-menolong dalam semua aspek kehidupan atau ta’awun.
" Alquran mengajarkan kita untuk bekerja keras untuk mengubah nasib kita, mengubah nasib bangsa kita untuk sabar, tawakal, belajar ilmu pengetahuan, optimis, dan kreatif agar kita bisa menjadi bangsa pemenang," kata dia.
Sekadar informasi, peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional ini mengangkat tema " Alquran sebagai Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia" . Acara tersebut dihadiri oleh
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, Ketua DPD RI, Irman Gusman, Ketua DPR RI Ade Komarudin, serta para duta besar dan perwakilan negara sahabat.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres
