Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ernawati Melahirkan Di Atas Perahu (Foto: Instagram @makassar_iinfo)
Dream - Banjir yang melanda daerah di Kalimantan Selantan menambah cobaan bagi masyarakat yang kini tengah menghadapi pandemi Covid-19. Berbagai aktivitas warga terganggu bahkan untuk mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Cobaan inilah yang dihadapi Ernawati, salah satu warga Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, Kalimantan Selatan. Di tengah bencana tersebut, Ernawati harus berjuang lebih besar karena tengah hamil tua.
Dikutip dari vidio.com, Ernawati akhirnya terpaksa melahirkan di atas perahu kecil, saat dalam perjalanan menuju Puskesmas. Ernawati sebelumnya telah merasakan kontraksi hebat pada Rabu, 20 Januari 2021 pagi.
“ Tadi pagi melahirkan dibantu oleh Bidan di dalam perahu, Alhamdulillah saya dan bayi saya lahir dengan selamat,” kata Ernawati.
Meski diselimuti rasa takut dan khawatir, proses kelahiran tersebut dibantu dua orang bidan kampung yang berjalan lancar. Ibu dan bayinya dinyatakan selamat dan dalam kondisi sehat.
Sementara melansir akun Instagram @Makassar_iinfo diketahui warga bedatangan untuk segera membantu begitu mendengar salah stau warganya hendak melahirkan. Mereka memberikan bantuan keperluan bayi termasuk asupan gizi untuk bayi, agar kesehatannya dapat terus terjaga.
Desa Lok Bainitan, Sungai Tabuk merupakan salah satu lokasi terparah diterjang banjir. Ketinggian air di atas satu meter hingga melumpuhkan akses jalur darat.
Dream – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan berupa dana siap pakai (DSP) sebesar Rp3,5 miliar untuk penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Bantuan dana tersebut diberikan untuk lima kabupaten yang terdampak paling parah dari banjir tersebut seperti Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten, Tanah Laut, dan Kabupaten Balangan.
Masing-masing mendapat sebesar Rp500 juta ditambah 1 miliar rupiah untuk Pemerintah Provinsi Kalsel, seperti yang dilaporkan BNPB pada Senin, 18 Januari 2021.
“ Ini memberikan semangat daya dorong bagi kita dalam menghadapi musibah banjir yang melanda kita,” ujar Sahbirin Noor Gubernur kalsel dalam rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Minggu, 17 Januari 2021 kemarin.
Dalam sambutannya, Sahbirin juga mengatakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB juga menjadi penyemangat untuk memaksimalkan kinerja Pemerintah Provinsi dalam mempercepat penanganan bencana ini.
“ Kami sesuai arahan dari Bapak Presiden akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kerusakan rumah, baik itu rusak berat (RB), rusak sedang (RS), maupun rusak ringan (RR),” tutur Kepala BNPB Doni Monardo di kesempatan yang sama.
Beliau menjelaskan bantuan dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir sebesar Rp50 juta untuk RB, Rp25 juta untuk RS dan Rp10 juta untuk RR.
Selanjutnya, Doni meminta agar pemangku kebijakan di daerah segera melakukan pendataan secara akurat guna mempercepat proses penyaluran dana stimulan dan meminta agar segera dibentuk satgas yang kemudian dipimpin Gubernur guna mempersiapkan upaya rehabilitas dan rekonstruksi pascabencana.
“ Mohon pemerintah provinsi bersama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan pendataan tentang rumah-rumah yang mengalami kerusakan,” imbuh Doni.
Hal tersebut perlu dilakukan bersama seluruh komponen pusat yang ada di daerah dan unsur terkait yang melibatkan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan dinas-dinas di daerah, agar saat proses pendataan bisa akurat sesuai nama serta alamat dan setelahnya bisa memulai program rehabilitsi dan rekonstruksi.
(Laporan: Josephine Widya, Sumber: BNPB.GO.ID)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya