Begini Bentuk Peta Benua ke-8 di Tenggara Indonesia

Reporter : Sugiono
Rabu, 1 Juli 2020 08:00
Begini Bentuk Peta Benua ke-8 di Tenggara Indonesia
Dengan luas sekitar 5 juta kilometer persegi, Benua Zealandia sedikit lebih besar dari India atau separuh Eropa.

Dream - Jika mengingat pelajaran Geografi yang diajarkan di kelas saat sekolah dulu, ada tujuh benua yang dikenalkan kepada para siswa.

Ketujuh benua itu adalah Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Eropa, dan Australia.

Namun, pada tahun 2017 lalu, sekelompok ilmuwan mengklaim telah menemukan benua ke delapan yang terendam 1.068 meter di bawah permukaan laut.

Letak benua tersebut di barat daya Samudera Pasifik. Sebelah timur Benua Australia, atau nun jauh di sebelah tenggara Indonesia.

Para ilmuwan menyebut benua baru yang mereka temukan itu dengan nama Zealandia. Dengan luas sekitar 5 juta kilometer persegi, Benua Zealandia sedikit lebih besar dari India atau separuh Eropa.

Sayangnya, pada tahun penemuannya itu, para ilmuwan masih belum bisa memetakan Benua Zealandia secara detail dan akurat.

1 dari 6 halaman

Peta Benua dengan Detail yang Tinggi

Nah, di tengah pandemi Covid-19 tahun ini, para ilmuwan dari GNS Science di Selandia Baru mengklaim telah berhasil memetakan Benua Zealandia.

Mereka mengumumkan klaim tersebut pada hari Senin, 22 Juni 2020, melalui situs resmi GNS Science.

Peta Benua Zealandia© WDCGM / NGDC, NOAA

GNS Science telah memetakan bentuk dan ukuran Benua Zealandia dengan detail yang belum pernah dibuat sebelumnya.

Mereka memamerkan peta benua ke delapan itu dalam bentuk interaktif sehingga peselancar bisa menjelajahi Zealandia secara virtual.

" Kami telah membuat peta ini untuk memberikan gambaran geologi Selandia Baru dan Pasifik Barat Daya yang akurat, lengkap, dan terkini - lebih baik daripada yang kami miliki sebelumnya," papar Nick Mortimer yang memimpin pembuatan peta Benua Zealandia.

2 dari 6 halaman

Hanya 6% Permukaannya yang Tampak

Mortimer dan rekan-rekannya memetakan batimetri (bentuk dan kedalaman dasar lautan) serta profil tektonik di sekitar Zelandia. Berdasarkan peta itu terlihat bahwa Benua Zelandia melintas di atas lempeng tektonik.

Peta yang dibuat GNS Science ini mengungkap informasi baru tentang bagaimana Zelandia terbentuk sebelum tenggelam di bawah air jutaan tahun yang lalu.

Benua Zealandia memiliki luas hampir 5 juta kilometer persegi. Tetapi hanya 6% dari benua itu berada di atas permukaan laut.

Bagian tersebut menjadi dasar dari pulau-pulau utara dan selatan Selandia Baru serta pulau Kaledonia Baru. Sedangkan sisanya berada di bawah air yang menyebabkannya sulit untuk dipetakan.

Dalam peta tersebut terlihat garis pantai serta batas wilayahnya. Peta buatan GNS Science menjadi bagian dari inisiatif global untuk memetakan seluruh dasar lautan di Bumi hingga tahun 2030.

3 dari 6 halaman

Benua Zelandia Berusia 85 Juta Tahun

Nama Zealandia mungkin hanya berusia 25 tahun sejak ahli geofisika Bruce Luyendyk menciptakan istilah ini pada tahun 1995. Tetapi Zealandia sebenarnya sudah ada sejak 85 juta tahun yang lalu.

Luyendyk mengatakan Zelandia merupakan benua yang memisahkan diri dari superbenua kuno Gondwana sekitar 85 juta tahun yang lalu.

Gondwana sendiri terbentuk ketika superbenua kuno Bumi sebelumnya yang disebut Pangea terbelah menjadi dua bagian.

Belahan di bagian utara yang disebut Laurasia terpecah menjadi Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Sedangkan di selatan yang disebut Gondwana terpecah menjadi Afrika, Antartika, Amerika Selatan, dan Australia.

Kekuatan geologis terus mengubah massa daratan yang luas ini, dan Zelandia dipaksa di tenggelam di bawah lautan sekitar 30 juta hingga 50 juta tahun yang lalu.

Sumber: Business Insider

4 dari 6 halaman

Ini Temuan Usai Mengebor Benua ke-8 di Tenggara Indonesia

Dream - Awal tahun ini, sekelompok ilmuwan mengklaim telah menemukan benua ke delapan. Letaknya di barat daya Samudera Pasifik, tepatnya di sebelah timur Benua Australia, atau jauh di sebelah tenggara Indonesia.

Para ilmuwan menyebut benua baru yang mereka temukan itu dengan nama Zealandia. Sejauh ini, tidak banyak yang kita ketahui tentang Zealandia. Namun saat musim panas di belahan Bumi utara, para ilmuwan mengumpulkan sampel dari benua yang tersembunyi itu selama dua bulan.

Tim yang terdiri dari 32 ilmuwan dari International Ocean Discovery Program sebelumnya menjelajahi wilayah Zealandia untuk mengumpulkan sampel tersebut.

Temuan mereka ternyata sangat mengejutkan. Para ilmuwan akhirnya bisa mengetahui sedikit tentang Zealandia, mulai dari kehidupan purba hingga perubahan iklim.

Ternyata, puluhan juta tahun yang lalu, sebuah daratan yang sekarang disebut dengan Zealandia sebagian besar terendam di bawah Samudra Pasifik.

5 dari 6 halaman

Kehidupan Berjuta Tahun Silam

Temuan itu didapat dengan mengebor ke dasar laut sekitar 1.219 meter di bawah permukaan. Mereka berhasil mengumpulkan 2.438 meter inti sedimen yang akan memberi kita sekilas tentang proses geologi yang telah terjadi selama 70 juta tahun terakhir.

" Inti sedimen bertindak seperti mesin waktu yang memungkinkan kita untuk melangkah lebih jauh dan lebih jauh ke masa lalu," tulis Stephen Pekar, salah satu ilmuwan yang mengambil bagian dalam penelitian.

Stephen menambahkan, hal pertama yang mereka lihat adalah longsoran bawah laut kuno. Setelah itu bukti batuan yang dibentuk dari api.

" Kita bisa membayangkan di suatu tempat di dekat Zealandia, tampak gunung-gunung yang mengeluarkan batu-batu berapi dan asap yang mengepul tebal," kata Stephen.

Diperkirakan bahwa Zealandia terputus dari Australia antara 60 dan 85 juta tahun yang lalu, dan membentuk Selandia Baru beserta pulau-pulau lain di atasnya. Namun, masih muncul perdebatan mengenai apakah Zealandia dapat diklasifikasikan sebagai benua.

Pada bulan Februari 2017, ahli geologi Northwestern University, Michael Scotese, mengatakan kepada National Geographic bahwa meski bentuknya daratan yang luas, tapi Zealandia bukan benua.

Dia membandingkan status Zealandia dengan hubungan antara Amerika Utara dan Greenland, serta Afrika dan Madagaskar.

Dalam inti sedimen, tim ilmuwan juga menemukan catatan kehidupan di wilayah tersebut berjuta tahun yang lampau.

 

 

6 dari 6 halaman

Ribuan Fosil Ditemukan

Ada lebih dari 8.000 fosil ditemukan di dalam inti sedimen. Hal ini memberi tim kesempatan untuk mempelajari ratusan spesies yang berbeda yang pernah hidup di Zealandia di masa lampau.

Dengan mengetahui berbagai spesies di masa lampau, tim ilmuwan bisa membuat prediksi tentang kondisi iklim saat itu.

" Temuan berupa cangkang mikroskopis dari organisme yang hidup di perairan dangkal dan hangat, spora dan serbuk sari dari tanaman darat, mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan iklim Zealandia sangat berbeda di masa lalu," tambah Gerald Dickens, pemimpin penelitian.

Berdasarkan sisa-sisa fosil yang telah ditemukan, diperkirakan hewan darat pernah berkeliaran di Zealandia. Wilayah ini kemungkinan berfungsi sebagai jembatan yang bisa digunakan untuk menyeberang antar benua, menurut sebuah laporan dari The Guardian.

Diharapkan bahwa temuan ekspedisi ini akan membantu kita memahami dengan lebih baik bagaimana kehidupan disebarkan melalui Samudra Pasifik.

Temuan ini juga bisa menawarkan perspektif baru mengenai perdebatan apakah Zealandia pantas disebut sebagai benua atau tidak.

Untuk mengungkap lebih banyak tentang Zealandia, sebuah kapal yang dilengkapi dengan peralatan pengeboran telah disiapkan.

Kapal itu akan mengunjungi daerah-daerah yang dekat dengan Selandia Baru, Australia, dan Antartika pada tahun 2018.

(Sumber: sciencealert.com)

Beri Komentar