Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Beli Minuman Depan Sekolah Anak, Ibu Bingung Es Batunya Tak Mencair, Syok Ternyata Pecahan Kaca (mStar)
Dream - Uang saku atau uang jajan jadi hal yang sangat lumrah diberikan para orangtua di Indonesia untuk anak-anaknya.
Besarannya tergantung dari kemampuan orangtua dan kebutuhan anak. Untuk anak sekolah dasar (SD) biasanya tak terlalu besar, sekitar Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.
Saat sekolah, uang ini biasanya digunakan untuk membayar ongkos ke sekolah, membeli makanan dan minuman atau keperluan lainnya.

Meski begitu, orangtua tetap harus hati-hati dengan makanan atau minuman yang dibeli anak. Salah-salah, kejadian fatal bisa saja terjadi, seperti yang dialami orangtua satu ini.
Seorang ibu di Malaysia lewat akun Facebook-nya membagikan pengalaman buruk saat membeli minuman di pinggir jalan untuk sang anak.
Sang ibu mengaku tak menyangka hal buruk ini ia alami sendiri. Kini ia pun menjadi sangat trauma dan meminta orang lain lebih waspada.
Dalam postingannya, dia menceritakan bagaimana dia akhirnya menemukan pecahan kaca di minuman yang dia beli untuknya dan anak-anaknya dari warung pinggir jalan.
" Kemarin saya membeli minuman rasa jeruk dan kerupuk di warung depan sekolah anak saya sebanyak 4 gelas minuman," tulisnya, dilansir dari mStar.

" Setelah saya selesai minum, saya melihat ke dalam gelas, dan bertanya-tanya mengapa esnya masih belum mencair padahal minumannya sudah habis dan esnya bentuknya aneh, bulat dan pipih seperti itu," imbuhnya.
Ketika dia melihat ke dalam gelas dengan benar, dia menyadari bahwa itu sebenarnya adalah pecahan kaca yang telah dia telan karena dia mengira itu hanyalah es.
Lebih buruk lagi, anak-anaknya juga meminum minuman yang sama yang mengandung pecahan kaca.
Hal itu membuat dirinya trauma. Ia khawatir pecahan kaca itu akan berdampak buruk pada kesehatannya dan anak-anak.
" Saya khawatir seseorang tidak akan melihatnya dan mereka akan mengalami pendarahan internal," ujarnya.
Dia mengakhiri posting dengan berdoa bahwa tidak ada yang terjadi padanya dan anak-anaknya dan dia akan membawa mereka untuk pemeriksaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya