Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sup Babat (Facebook Annisa Fakrulradzi)
Dream - Banyak orang sangat gemar makan olahan jeroan sapi. Bagian jeroan, seperti lambung dan usus, memang dapat dimasak menjadi menu yang sangat lezat.
Sebut saja soto babat, menu ini sangat digemari banyak orang di Indonesia. Sementara di Malaysia, babat sapi juga kerap dimasak menjadi sup.
Namun, butuh keterampilan untuk mengolah bagian babat. Kita harus memastikan bahan-bahan jeroan dicuci dengan bersih agar tidak menimbulkan bau.
Maklum saja, bagian usus dan lambung merupakan tempat kotoran. Jika tidak dibersihkan dengan benar, bisa jadi masakan kita masih tercampur dengan kotoran sapi yang menempel pada bahan masakan.
Seperti dialami oleh wanita asal Malaysia bernama Annisa Fakrulrazi berikut ini. Dia mendapati pengalaman buruk saat membeli sup perut.
" Beli sup perut RM20," demikian tulis Annisa melalui Facebook.
Annisa membeli menu spesial itu di kedai yang sangat terkenal karena masakan yang sedap. Saking ramainya pembeli di kedai itu, sampai membuatnya penasaran dan ingin mencoba menu yang dijual.
" Jadi kami tergiur untuk mencoba membeli," tambah Annisa.
Annisa pun membeli menu andalan, sup perut. Namun tidak dimakan di tempat, melainkan dibawa pulang.
" Beli bungkus ingin makan di rumah," tulis Annisa.
Sup biasanya sangat lezat disantap saat panas maupun hangat-hangat. Karena itu pula, Annisa menghangatkan sup yang dibeli itu saat hendak dimakan.
Namun, saat dipanaskan, ada keanehan yang meruap di dapurnya. " Waktu akan dipanaskan sup itu bau busuk," tulis dia.
Karena penasaran, Annisa memeriksa makanan yang dibeli itu. Betapa terkejutnya dia saat melihat usus masih penuh dengan kotoran.
" Lihat-lihat ada dua usus bulat penuh dengan kotoran," tulis dia.
Karena itulah dia menelepon penjual sup babat tersebut. Namun, dalam percakapan itu si penjual mengatakan bahwa kotoran itu adalah lemaak perut sapi.
" Seperti kita ini tidak bisa membedakan lemak dengan tai," tegas Annisa.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya