Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Nama adalah doa. Oleh karena itulah setiap orangtua harus memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya.
Kewajiban pemberian nama melekat para orangtua di mana saja. Hal itu berlaku tidak hanya secara agama, namun juga budaya.
Belakangan, banyak sekali nama-nama yang terdengar unik. Para orangtua tentu memiliki alasan memilih nama-nama tersebut.
Bagi umat Islam, nama-nama Arab kerap menjadi pilihan. Namun demikian, tidak sedikit umat Islam yang memilih nama bukan dari Bahasa Arab untuk putra-putri mereka.
Hal demikian sebenarnya bukanlah masalah. Tetapi, ada ketentuan yang sebaiknya diperhatikan oleh umat Islam ketika memilih nama bukan dari Bahasa Arab untuk anaknya.
Dikutip dari NU Online, termasuk sunah memberikan anak nama yang bermakna baik. Ketentuan ini berlaku untuk semua nama, baik dalam Bahasa Arab atau lainnya.
Hal ini seperti disebutkan Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Adzkarun Nawawi. Dalam kitab tersebut, Imam An Nawawi mengutip hadis diriwayatkan dari Abu Darda', dari Rasulullah Muhammad SAW.
" Dari Abu Darda RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh kalian semua akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Maka dari itu, perbaguslah nama-nama kalian'."
Ketentuan selanjutnya, tidak mengambil nama-nama yang tidak disukai Rasulullah. Beberapa di antaranya seperti Untung (Rabah), Sukses (Najah), Menang (Aflah), Kaya (Yasar), atau Raja Diraja (Malikul Amlak).
Hal ini seperti tertuang dalam hadis Rasulullah
" Dari Samurah bin Jundab RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Jangan kalian memberi nama anak kalian dengan nama Yasar, Rabah, Najah, dan Aflah'."
Selanjutnya, Rasulullah menganjurkan nama-nama yang disukai Allah SWT. Contohnya Abdullah atau Abdurrahman, nama-nama para nabi, atau Haris dan Hammam.
Hal ini seperti tertuang dalam hadis riwayat Abu Dawud dari Abu Wahb Al Jusyami.
" Dari Abi Wahb Al-Jusyami RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Berilah nama (kepada anak-anakmu) dengan nama-nama para nabi, dan nama-nama yang paling disukai oleh Allah SWT adalah Abdullah dan Abdurrahman. Sedangkan yang pertengahannya adalah Haris dan Hammam. Adapun nama yang paling jelek adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)'."
Jika tidak menggunakan nama Arab asalkan memenuhi salah satu dari tiga ketentuan di atas, maka termasuk dalam kategorinya.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya