Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Niqab atau cadar tengah menjadi tren di kalangan Muslimah kekinian. Tren ini muncul berbarengan dengan meningkatnya pemahaman untuk hidup dengan lebih patuh pada perintah agama.
Tidak hanya di kalangan biasa, sejumlah artis wanita juga mengenakan cadar sebagai indikator hijrah. Dalam pandangan mereka, hijrah dimaknai sebagai perubahan diri mulai fisik dan tingkah laku.
Tetapi, pada sebagian Muslim, cadar malah dijadikan semacam indikator tinggi rendahnya keimanan. Dengan bercadar, seorang perempuan sudah memutuskan untuk hidup dengan sepenuhnya patuh para perintah agama.
Ustazah Diana Manzila membuat artikel yang menarik untuk disimak mengenai bagaimana sebenarnya status cadar dalam syariat Islam. Dalam artikelnya, Ustazah Diana membuat ulasan mengenai bagaimana sebenarnya pandangan ulama mengenai cadar.
Dikutip dari NU Online, setiap Muslim baik laki-laki maupun perempuan terkena kewajiban untuk menutup aurat. Perintahnya ada dalam Surat An Nur ayat 31.
" Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung pada dadanya."
Para ulama menggunakan ayat ini sebagai dasar dalam menetapkan batasan aurat bagi wanita. Tetapi, terjadi perbedaan tafsir dalam memahami petikan ayat yang bermakna " Kecuali yang biasa terbuka" .
Banyak ulama yang memahami petikan ayat tersebut merupakan pengecualian. Sebagian ulama menginterpretasikan bagian yang biasa tampak dalam ayat tersebut yaitu wajah dan telapak tangan.
Muncullah pendapat yang menyatakan wajah dan dua telapak tangan serta telapak kaki adalah bagian tubuh perempuan yang tidak termasuk aurat sehingga tidak perlu ditutup. Pemahaman ini dipegang oleh Imam Syafi'i, Imam Hanafi, dan Imam Maliki dan menjadi salah satu pandangan utama tiga mazhab besar dalam fikih.
Tetapi, Imam Hambali dan mazhabnya berbeda pendapat. Mazhab Hambali meyakini seluruh tubuh perempuan adalah aurat tanpa terkecuali sehingga harus ditutup. Dasar hukum yang dipakai adalah sebuah hadis.
Rasulullah SAW bersabda, " Perempuan adalah aurat yang (harus) tertutup."
Namun begitu, Imam Hambali tetap memberlakukan pengecualian ketika menafsirkan hadis tersebut. Sehingga, wajah dan telapak tangan adalah anggota tubuh yang tidak wajib ditutup.
Jika ditelisik lebih dalam, menutup aurat adalah perintah agama yang tertuang dalam Alquran dan hadis. Meski demikian, batasan aurat sendiri tidak disebutkan dalam Alquran dan sepenuhnya berdasarkan pendapat ulama.
Perbedaan pendapat atau khilafiyah ini sudah sangat terkenal dalam sejarah dan banyak dibahas dalam sejumlah kitab fikih. Sehingga, antara pendapat yang menyatakan perempuan tidak perlu menggunakan cadar atau yang justru menganjurkannya sama-sama punya dasar kuat.
Bagi yang tidak ingin memakai cadar, bisa menggunakan padangan Imam Syafi'i, Imam Hanafi, dan Imam Maliki sebagai dasarnya. Sementara yang meyakini cadar adalah keutamaan, bisa memakai pendapat ulama lainnya.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya