Bertemu Jokowi, Bos Bukalapak Achmad Zaky Minta Maaf

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 16 Februari 2019 12:52
Bertemu Jokowi, Bos Bukalapak Achmad Zaky Minta Maaf
Permintaan maaf itu terkait ini

Dream - CEO Bukalapak Achmad Zaky bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu 16 Februari 2019.

Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Kepresidenan Teten Masduki. Hingga pukul 11.04 WIB, pertemuan tertutup antara Zaky dan mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih berlangsung.

Dalam pertemuannya, Zaky mengucapkan terimakasih kepada orang nomer satu di Indonesia itu yang telah mengundangnya.

" Tadi saya mengucapkan terimakasih kepada bapak presiden yang sudah meluangkan waktunya untuk bertemu dengan saya, mengudang saya," kata Zaky usai bertemi Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu 16 Februari 2019.

Achmad Zaky© Achmad Zaky

Pertemuan CEO Bukalapak Achmad Zaky dan Jokowi (Foto : Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Selain itu, pria berusia 32 tahun asal Sragen Jawa Tengah ini mengatakan permohonan maaf kepada Jokowi atas cuitan yang sempat viral tentang protesnya revolusi industri 4.0 di akun twitter-nya.

" Secara pribadi, saya tadi mengucapkan minta maaf kepada bapak dan meluruskan juga yang kemarin," tuturnya.

1 dari 3 halaman

Bahas Rancangan Pemerintah Lebih Maju

Menurut Zaky, dalam pertemuan itu juga membahas tentang rancangan pemerintah membuat Indonesia maju. Kata dia, pemerintah telah memiliki rencana untuk membuat Indonesia maju dengan berbasis inovasi.

" Kita akan support juga dan komitmen juga dari sisi Bukalapak. Poinnya adalah bagimana membuat Indonesia maju," ucap Zaky.

Sumber : merdeka.com/Lizsa Egeham

2 dari 3 halaman

Klarifikasi CEO Bukalapak Achmad Zaky

Dream - Achmad Zaky, CEO dan Founder platfrom e-Commerece Bukalapak menyampaikan permohonan maaf karena cuitannya telah menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pengguna sosial media

Mengutip keterangan tertulis Bukalapak, Jumat, 15 Februari 2019, Zaky menegaskan cuitan di akun Twitternya itu tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu.

Cuitan itu, lanjutnya, merupakan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

“ Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial," ujar Zaky.

Dia mengaku menyesali kekhilafan tindakannya yang dianggap tidak bijaksana tersebut. " Kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” kata Achmad Zaky.

Menurut Achmad Zaky, dia selama ini berprinsip selalu memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Dia juga ingin agar investasi dalam bidang riset dan Sumber Daya Manusia (SDM) tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

" Bukalapak amat sangat berterima kasih atas kebijakan serta dukungan pemerintah Indonesia yang diberikan selama ini kepada Bukalapak. Achmad Zaky dan Bukalapak dengan ini pula menyatakan akan terus berkomitmen untuk membangun Indonesia melalui teknologi," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Adu Tagar Hebohkan Twitter

Seperti diketahui, Achmad Zaky menjadi sorotan netizen setelah mengunggah cuitan soal perkembangan industri 4.0 yang takkan berkembang jika anggaran untuk penelitian dan pengembangan sangat minim.

Dalam cuitannya pada 13 Februari 2019 sekitar pukul 22.25 WIB, Zaky menggambarkan anggaran R&D di Indonesia dengan beberapa negara maju dan negara tetangga di Asia.

Cuitan itu menjadi sorotan karena di bagian akhir unggahannya Zaky menuliskan harapan agar presiden baru bisa menaikkan anggaran R&D tersebut.

Uuggahan itu kemudian ramai menjadi perbincangan di media sosial khususnya Twitter. Tagar #uniinstallbukalapak menjadi trending di platform sosial mediatersebut sebagai ungkapan kekecewaan atas pernyataan Zaky.

Pagi tadi, muncul tagar tandingan #dukungbukalapak yang juga sempat menjadi trending topic di Twitter. Namun siang ini, tagar tersebut sudah tak tampak lagi di jajaran trending topic pengguna Twitter di Indonesia.

 

Beri Komentar