Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bocah 5 Tahun (kiri) Yang Selamatkan Kakaknya (kanan) (Foto: Bangkok Post)
Dream – Bocah berusia lima tahun di Thailand, Sila Jio Boonklomjit, yang terinfeksi Covid-19 berhasil menyelamatkan sang kakak, Jintanakan, dari penyakit Thalassemia.
Bocah yang karib disapa Sila itu menjadi pasien Covid-19 pertama di dunia yang berhasil mendonorkan sel tulang sum-sum tanpa menularkan virus corona. Kasus medis langka ini menjadi salah satu clue untuk teka-teki kompleksitas Covid-19 yang hingga kini belum terpecahkan.
Kakak Sila, yang masih berusia tujuh tahun, mengidap Thalassemia sejak kecil hingga membutuhkan transplantasi sel sum-sum tulang. Thalassemia merupakan kondisi tubuh tidak menghasilkan haemoglobin secara cukup.
Pengidap Thalassemia akan mengalami kekurangan sel darah merah. Untuk menemukan pendonor yang cocok secara non genetil sangat sulit dilakukan. Pilihan pendonor terdekat hanya jatuh kepada sang adik.

Untuk menyelamatkan sang kakak, Sila harus mendonorkan tulang sum-sum secepatnya. Padahal saat Sila sedang terinfeksi Covid-19, sehingga berpotensi menularkan virus corona melalui sel yang didonorkan.
Kemungkinan keberhasilan operasi hanya 25 persen saja. Meskipun sudah dijelaskan segala kemungkinan terburuknya, Sila tetap ingin menolong kakaknya dengan penuh keberanian.

Tim dokter rumah sakit Ramathibodi, Thailand, mengupayakan yang terbaik untuk keselamatan keduanya. Transplatasi itu juga sangat rumit karena harus berhati-hati supaya sang kakak tidak tertular virus corona.
Keberuntungan memang berpihak kepada Sila dan kakaknya. Transplantasi itu sukses tanpa penularan Covid-19.
Sampai saat ini, Sila dan Kakaknya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berita bagusnya, kakak-beradik itu dilaporkan sedang dalam kondisi yang baik dan tidak ada tanda-tanda komplikasi dari prosedur transplantasi.
Sumber: World of Buzz

Keberuntungan memang berpihak kepada Sila dan kakaknya. Dengan upaya sebaik mungkin, transplantasi sel tulang sum-sum yang dilakukan tim dokter sukses tanpa transmisi virus corona Covid-19.
Sampai saat ini, Sila dan Kakaknya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berita bagusnya, kakak-beradik itu dilaporkan sedang dalam kondisi yang baik dan tidak ada tanda-tanda komplikasi dari prosedur transplantasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya