Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gadis Cilik Muna Zayed
Dream - Bagi mereka yang masih belum tahu, Yaman kini dilanda krisis kemanusiaan terburuk sejak 2016. Ditambah dengan pandemi Covid-19 yang tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir, penderitaan warga Yaman semakin lengkap.
Krisis tersebut memiliki dampak mendalam pada orang-orang di negara itu, terutama anak-anak yang tidak dapat tumbuh dengan baik karena kelaparan.
Menurut laporan United Nation Children’s Fund (UNICEF), situasi di Yaman sangat mengerikan di tengah kebutuhan mendesak untuk mengurangi penyebaran pandemi Covid-19.
Untuk menunjukkan bagaimana kehidupan anak-anak yang tinggal di pengungsian di tengah perang saudara dan pandemi Covid-19, UNICEF mengangkat kisah Muna Zayed.
Gadis manis berusia 10 tahun itu merupakan satu dari 1,7 juta anak-anak di Yaman yang terdampak perang dan pandemi Covid-19.
Muna tinggal bersama keluarganya di kamp pengungsian Al Sha'ab di Aden yang terletak di selatan Yaman.
Dia bersama keluarganya terpaksa meninggalkan rumah mereka di Taiz dan tinggal di kamp tersebut karena perang yang terus menerus.
Sementara itu sekolah Muna di kamp pengungsian juga ditutup sebagai usaha untuk mengekang penularan virus corona yang menyebabkan pandemi Covid-19.
Meski begitu, melalui video yang dibagikan UNICEF, Muna ingin menunjukkan kepada dunia bagaimana kehidupan sehari-harinya di tengah pandemi Covid-19 di kamp pengungsian.
Video dimulai ketika Muna memperlihatkan tempat tidur saudaranya, dan juga dapur di mana ibunya sedang memasak makanan untuk hari itu.
Meski terlihat cukup bersih, kondisi tenda di kamp pengungsian tersebut tampak memprihatinkan. Dapurnya tak memiliki pintu, hanya berdinding kayu yang dipasang seadanya.

Hari itu Muna dapat tugas mengambil air bersih. Dengan membawa jeriken, Muna berjalan kaki menuju tangki utama yang ada di kamp pengungsian. Dia pergi dengan teman sekolahnya Rahaf.

Sebelumnya, Muna mencuci muka terlebih dahulu di salah satu kamar mandi umum portable yang disediakan UNICEF.
" Ini kamar mandi umum utama di kamp pengungsian. Kami berusaha menjaga kebersihannya agar tidak kena corona," katanya.
Usai berjalan sebentar, mereka sampai di tempat pengambilan air bersih. Muna punya alasan tersendiri ketika datang ke tempat pengambilan air saat masih sepi.

" Kami harus cepat-cepat mengisi air dan pergi karena kalau sampai ramai, corona bisa menyebar," kata Muna.
Muna juga sering membantu ibunya memasak. Dia biasanya bagian memotong sayuran. Namun sebelumnya dia akan mencuci sayuran tersebut.

" Kita harus mencuci sayuran ini sampai bersih agar tidak tertular corona," ujarnya.
Muna juga mengajarkan teman dan adiknya untuk rajin mencuci tangan dengan baik agar terlindung dari corona.

" Meski kami tidak punya sabun, tapi kami berusaha mencuci tangan sampai benar-benar bersih," pungkas Muna.
Dia akhir video itu, Muna berdoa agar virus corona tidak menghampiri kamp pengungsian keluarga dan teman-temannya.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya