Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(mynewshub.cc)
Dream - Rumah kotor pasti menimbulkan kesan horor dan membuat penghuni gak betah. Sedangkan tamu yang berkunjung mungkin akan buru-buru meninggalkan rumah tersebut.
Meski semua orang sudah tahu pentingnya menjaga kebersihan, tetap saja ada beberapa pemilik rumah yang tak ambil peduli dengan gal itu. Entah karena alasan malas atau memang memiliki kebiasaan yang jorok.
Seperti salah satu rumah yang berada di Melaka, Malaysia berikut ini.

Rumah itu tengah menjadi perbincangan warganet di dunia maya. Bagaimana tidak, rumah yang dihuni 11 orang itu sangat kotor dan berantakan, bahkan terlihat seperti tak berpenghuni.
Menurut pengakuan salah satu pemilik rumah Siti Norenliriana Mohd Fakeri, rumah itu berantakan karena kurangnya kerjasama antar penghuninya, terlebih keluarganya dan saudara suaminya.
" Saya telah tinggal di rumah ini selama 3 tahun terakhir setelah pindah dari tempat sewaan di Limbongan. Meski ada 11 orang yang tinggal di sini, setiap orang tidak saling menghargai sehingga saya terlalu lelah untuk membersihkannya sendirian," kata Siti seperti dikutip Dream dari mynewshub.cc.
© Dream
Dilihat dari keadaan rumah, salah satu ruangan yang paling membuat ilfeel adalah dapur. Piring kotor, sampah, bahkan cucian kotor yang telah mengering dan membusuk menumpuk tak beraturan di ruangan ini.

Siti mengaku biaya hidup yang didapat dari Departemen Kesejahteraan dan dari suami yang bekerja sebagai kuli di pasar umum hanya Rp 5,8 juta per bulan.
Biaya itu hanya cukup untuk membiayai kelima anaknya. Siti memang mempunyai impian untuk mendapatkan rumah yang lebih baik untuk anak-anaknya.
Namun, putri terakhirnya yang masih berusia 5 bulan membatasi pergerakannya untuk bekerja lebih.
© Dream
Karena rumahnya yang penuh dengan sampah, Siti kini tidak dapat lagi memasak. Sekarang ia hanya bergantung pada suaminya untuk membeli makan di luar.
Mereka pun hanya membeli makan sehari sekali untuk menghemat uang.
Situasi mengerikan ini ternyata diperhatikan oleh guru anaknya yang kemudian memberitahu Dinas Pelayanan Masyarakat dan Pemerintahan Melaka.
Pihak berwewang kemudian segera bertindak dengan membersihkan rumah itu.
Untuk rumah yang ditempati 11 orang, memang tidak bisa hanya mengandalkan satu orang untuk membersihkan.
(mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya