Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
The Vocket
Dream - Tidak hanya memiliki panorama alam yang indah, pegunungan Himalaya, Nepal juga menjadi salah satu pusat sumber madu terbesar di dunia.
Di Nepal, hiduplah suku yang jauh dari peradaban modern bernama suku Kulum. Berburu madu adalah salah satu cara mereka untuk bertahan hidup.
Perburuan madu dilakukan setiap 2 tahun sekali. Menariknya, suku Kulum menjadi satu-satunya warga Nepal yang mampu menaklukan tebing Himalaya. Semua dilakukan demi mendapatkan madu dari sarang lebah yang menggantung di atasnya.

Tradisi berburu madu suku Kulum sejatinya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.
" Berburu madu dengan cara ini merupakan kegiatan turun temurun dari nenek moyang kita" Ucap salah satu pemburu madu seperti dikutip dream dari thevocket.com.
Dalam proses mendapatkan madu, orang-orang Kulum masih menggunakan metode tradisional. Yaitu dengan bergelantungan di tali kemudian menusuk sarang lebah dengan menggunakan tongkat yang disebut 'tango'.

Para pemburu harus siap dengan berbagai resiko yang ada. Karena besar kemungkinan mereka bisa terjatuh atau 'dihujani' sengatan dari jutaan lebah yang berada disana.

Oleh karena itu, para pemburu punya siasat jitu. Caranya, dengan mengumpulkan daun kering yang kemudian mereka bakar.
Asap yang dihasilkan dari pembakaran itu mereka gunakan untuk mengusir lebah guna mempermudah untuk proses pengambilan madu.
Kepiawaian suku Kulum mangambil madu saat ini banyak dijadikan tontonan oleh para wisatawan.

Pemerintah Nepal menarik biaya sebesar 1.000 USD untuk para wisatawan agar dapat melihat tehnik berburu madu yang sangat berbahaya ini.
Saat ini madu yang dihasilkan suku Kulum banyak di ekspor ke China, Jepang dan Korea dalam jumlah yang besar.
Hasil dari panen madu itu didistribusikan secara mereka ke para penduduk desa. Biasanya di musim gugur mereka bisa menghasilkan sekitar 200 liter madu, sedangkan di musim semi bisa mencapai hingga 800 liter madu. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya