CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno Kena Cekal

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 13 Oktober 2021 19:01
CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno Kena Cekal
Pencegahan dijalankan mengingat penyidik tidak menerapkan penahanan terhadap Aakar.

Dream - Bareskrim Polri menyatakan memberlakukan pencegahan ke luar negeri terhadap tersangka penipuan berkedok investasi, Aakar Abyasa Fidzuno. Keputusan ini dijalankan setelah penyidik menyatakan CEO PT Jouska Finansial Indonesia tersebut tidak perlu ditahan.

" Iya, sudah (dicegah)," ujar Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Komisaris Besar Ma'mun.

Menurut Ma'mun, polisi juga telah menyatakan kesiapannya jika pihak Aakar mengajukan sidang pra-peradilan. Bahkan Bareskrim mengaku tidak membutuhkan persiapan khusus untuk menghadapi gugatan tersebut.

" Kita hadapi saja di sidang prapid nanti," kata dia.

Sebelumnya, Ma'mun menyatakan segera dilakukan pemanggilan terhadap Aakar. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta keterangan Aakar sebagai tersangka.

" Segera kita panggil," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 4 halaman

Tak Ditahan, Aset Tersangka Kasus Penipuan Berkedok Investasi Jouska Segera Disita

Dream - Bos PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno, dan Direktur Amarta Investa Indonesia, Tias Nugraha Putra tak langsung ditahan meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan berkedok investasi.

" Belum ditahan," ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Besar Whisnu Hermawan, dikutip dari Merdeka.com.

Kasubdit V IKNB Dittipideksus Bareskrim, Kombes Ma'mun, menyatakan Aakar akan segera dipanggil. Penyidik perlu melakukan pemeriksaan kepada tersangka.

" Segera kita panggil," kata Ma'mun.

 

2 dari 4 halaman

Penyitaan Aset

Selain pemaggilan, polisi juga segera menyita sejumlah aset milik Aakar. Tetapi, Ma'mun tidak menyebut kapan penyitaan dijalankan.

" Insya Allah (dilakukan penyitaan)," ucap Ma'mun.

Lebih lanjut, Ma'mun menyatakan penyidik kemungkinan telah melakukan penyitaan dokumen yang berkaitan dengan kasus Jouska. Barang yang disita akan menjadi bukti dalam pemrosesan kasus tersebut.

" Harusnya sudah ada yang disita, entah itu dokumen maupun benda lain berkaitan dengan pidananya," ucap dia.

3 dari 4 halaman

Bos Jouska Aakar Abyasa Fidzuno Jadi Tersangka Penipuan

Dream - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan CEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno, sebagai tersangka penipuan berkedok investasi.

" Kasus Jouska sudah naik tersangka," ujar Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim, Komisaris Besar Whisnu Hermawan, dikutip dari Merdeka.com.

Penetapan status tersangka pada Aakar dituangkan dalam Surat Nomor B/75/X/RES.1.11/2021/Dittipideksus ditandatangani Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim atas nama Dirtipideksus Bareskrim Brigadir Jenderal Helmy Santika tertanggal 4 Oktober 2021 yang diserahkan kepada kuasa hukum nasabah Jouska, Rinto Wardana. Status tersebut ditetapkan setelah dilakukan gelar perkara pada 7 September 2021.

Dalam surat itu pula, terdapat tersangka selain Aakar. Tersangka tersebut yaitu Direktur Amarta Investa Indonesia, Tias Nugraha Putra.

 

4 dari 4 halaman

4 Sangkaan Tindak Pidana

Keduanya disangkakan melakukan tindak pidana pasar modal, penipuan, penggelapan, serta pencucian uang. Kasus ini disebutkan terjadi dalam rentang antara 2018 hingga 2020.

" Terkait dengan penempatan investasi pada PT Jouska Finansial Indonesia yang terjadi di daerah Jakarta dan/atau setidaknya di wilayah hukum Indonesia pada 2018 sampai dengan 2020 yang diduga dilakukan oleh Aakar Abyasa Fidzuno dan Tias Nugraha Putra sebagaimana hasil gelar perkara pada tanggal 7 September 2021," demikian bunyi surat tersebut.

Terhadap keduanya, polisi menjerat dengan Pasal 103 ayat 1 Jo Pasal 30 dan/atau Pasal 103 ayat 1 Jo Pasal 34 dan/atau Pasal 104 Jo Pasal 90 dan/atau Pasal 104 Jo Pasal 91 UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

" Selanjutnya penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka serta melakukan pengiriman berkas perkara," lanjut isi surat tersebut.

Aakar dan Tias sebelumnya dilaporkan 41 nasabah Jouska atas tuduhan berita bohong dan merugikan konsumen dalam transaksi elektronik dengan nilai kerugian mencapai Rp18 miliar. Laporan awalnya masuk ke Polda Metro Jaya namun kemudian diambil alih oleh Bareskrim.

Beri Komentar