6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang secara misterius pada tahun 2014 lalu ternyata masih dilakukan oleh beberapa perusahaan eksplorasi sampai sekarang.
Salah satunya dilakukan Ocean Infinity, sebuah perusahaan eksplorasi lautan dalam yang berbasis di Amerika Serikat.
Ocean Infinity telah melakukan pencarian di area seluas hampir 80.000 kilometer persegi sejak bulan Januari lalu.
Sayangnya, pencarian dengan biaya mencapai US$70 juta (setara Rp977 miliar) itu berakhir sia-sia. Ocean Infinity belum juga menemukan tanda-tanda pesawat yang hilang misterius tersebut.
Meski begitu Ocean Infinity masih bisa menutupi rasa kecewanya setelah tidak sengaja menemukan dua bangkai kapal dagang dari abad 19.

Bangkai Kapal Abad 19 Yang Ditemukan Ocean Infinity. (Foto: news.com.au)
Kru Ocean Infinity menemukan puing-puing kapal dagang itu di kedalaman hingga 3.900 meter dan telah diteliti oleh Museum Australia Barat.
Seorang kurator museum bernama Ross Anderson mengatakan salah satu kapal tenggelam setelah batu bara yang diangkutnya meledak di tengah perjalanan.
Sayangnya, Anderson tidak mengetahui nama kapal tersebut karena penelitian sejarah terhadap semua kapal dagang abad ke-19 yang hilang di perairan internasional tidak lengkap.
" Kami tidak dapat menentukan identitas masing-masing kapal tersebut secara pasti," kata Anderson.
MAS MH370 tidak mengirimkan sinyal 38 menit setelah meninggalkan Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada bulan Maret 2014.
Tiga negara yakni Malaysia, China, dan Australia telah melakukan pencarian di Samudra Hindia yang diyakini sebagai tempat jatuhnya MAS MH370.
Namun pemerintah Malaysia, China, dan Australia menghentikan pencarian resmi selama hampir tiga tahun itu pada Januari 2017.
(Sah/Sumber: metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
