Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Celestine Wenardy (Foto: Instagram @googlesciencefair)
Dream - Indonesia kembali dibuat bangga oleh generasmi mudanya. Kali ini kebanggaan itu datang dari Celestine Wenardy, pelajar kelas 2 British School Jakarta yang baru meraih penghargaan internasional.
Dikutip dari Liputan6.com, gadis remaja ini berhasil menciptakan alat pendeteksi diabetes, glukometer non-invasif. Alat ini dapat mengukur kadar gula dalam darah tanpa harus menggunakan sampel.
Metode yang diterapkan dalam alat tersebut yaitu interferometri dan teknologi termal. Diabetes dapat dideteksi tanpa harus menggunakan suntikan untuk pengambilan sampel.
Remaja yang akrab disapa Celine ini diganjar penghargaan Virgin Galactic Pioneer Award dalam ajang Google Science Fair 2019. Temuan Celine dianggap memiliki sejumlah kelebihan.
Kelebihan tersebut antara lain tingkat akurasi glukometer temuan Celine mencapai koefisien determinasi 0,843. Selain itu, harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan alat serupa yang dijual di pasaran.
Alat milik Celine jika dijual, harganya cukup US$63, setara Rp882 ribu. Sedangkan Glukometer yang ada di pasaran harganya mencapai US$1.000, setara Rp14 juta.
Alat ini sangat berguna untuk para penderita diabetes. Mereka tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk pengobatan.
Dalam menciptakan alat tersebut, Celine berangkat dari keprihatinannya terhadap masalah kesehatan di Indonesia. Biaya pengobatan terutama untuk penderita diabetes di Indonesia cukup tinggi dan tidak dapat dijangkau semua kalangan.
Ditambah sebagian besar klinik tidak menyediakan fasilitas dasar bagi masyarakat. Sekian masalah tersebut menjadi daya dorong bagi Celine untuk membantu para penderita diabetes.
Lewat glukometer temuannya, Celine meraih penghargaan sekaligus beasiswa pendidikan sebesar US$15 ribu, setara Rp213 juta. Dia juga diundang mengikuti pelatihan di Virgin Galactic selama 1 tahun.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Dream - Siswa kelas III IPA 6 SMA Negeri 4 Surakarta, Ananda Hafidh Rifai menjadi pembicaraan khalayak. Pemuda asal Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo ini mendapatkan nilai sempurna ujian nasional.
Empat mata pelajaran Ujian Nasional, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Peminatan Jurusan Fisika dia tuntaskan dengan maksimal. Raihan skor akhirnya, 100.
Dengan nilai itu, Hafidh diterima di jurusan Teknik Elektronik, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia masuk UGM dengan sistem Bidik Misi. Dengan sistem ini, dia tak dikenai biaya apapun selama di UGM.
Kepada Merdeka.com, Hafidh terkejut dengan torehan nilai itu. " Saya sebenarnya kaget, tidak menyangka mendapat nilai 100 semua. Prediksi saya sebelumnya cuma 80 atau 85 saja," kata Hafidh.

Hafidh Rifai Raih Nilai UN Sempurna (Foto: Merdeka.com)
Pemuda kelahiran 11 Oktober 2001 itu mengatakan, meski mendapat nilai sempurna, dia mengatakan belajar secara mandiri. Dia tak mengandalkan kursus atau bimbingan orangtua.
" Saya belajar di waktu-waktu yang longgar," ucap dia.
Dengan torehan ini, Hafidh berharap dapat membantu orangtuanya. Sebab, sejak sang ayah meninggal, ibunya harus berjualan mainan untuk menghidupi keluarga.
" Saya inign membantu ibu saya yang selama jualan mainan di dekat SD Pucangan. Membantu adik-adik saya biar nanti bisa sekolah yang tinggi," ucap dia.
(ism, Sumber: Merdeka.com/Arie Sunaryo)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya