Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ciptakan Alat Murah Pendeteksi Diabetes, Siswi SMA di Jakarta Memukau Dunia

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 27 Agustus 2019 16:12
Ciptakan Alat Murah Pendeteksi Diabetes, Siswi SMA di Jakarta Memukau Dunia
Celine, pelajar SMA di Jakarta berhasil membuat alat pendeteksi diabetes tanpa suntikan.

Dream - Indonesia kembali dibuat bangga oleh generasmi mudanya. Kali ini kebanggaan itu datang dari Celestine Wenardy, pelajar kelas 2 British School Jakarta yang baru meraih penghargaan internasional.

Dikutip dari Liputan6.com, gadis remaja ini berhasil menciptakan alat pendeteksi diabetes, glukometer non-invasif. Alat ini dapat mengukur kadar gula dalam darah tanpa harus menggunakan sampel.

Metode yang diterapkan dalam alat tersebut yaitu interferometri dan teknologi termal. Diabetes dapat dideteksi tanpa harus menggunakan suntikan untuk pengambilan sampel.

Remaja yang akrab disapa Celine ini diganjar penghargaan Virgin Galactic Pioneer Award dalam ajang Google Science Fair 2019. Temuan Celine dianggap memiliki sejumlah kelebihan.

 

1 dari 4 halaman

Alat Pengukur Diabetes Ciptaan Celine Lebih Murah

Kelebihan tersebut antara lain tingkat akurasi glukometer temuan Celine mencapai koefisien determinasi 0,843. Selain itu, harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan alat serupa yang dijual di pasaran.

Alat milik Celine jika dijual, harganya cukup US$63, setara Rp882 ribu. Sedangkan Glukometer yang ada di pasaran harganya mencapai US$1.000, setara Rp14 juta.

Alat ini sangat berguna untuk para penderita diabetes. Mereka tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk pengobatan. 

 

2 dari 4 halaman

Berawal dari Keprihatinan

Dalam menciptakan alat tersebut, Celine berangkat dari keprihatinannya terhadap masalah kesehatan di Indonesia. Biaya pengobatan terutama untuk penderita diabetes di Indonesia cukup tinggi dan tidak dapat dijangkau semua kalangan.

Ditambah sebagian besar klinik tidak menyediakan fasilitas dasar bagi masyarakat. Sekian masalah tersebut menjadi daya dorong bagi Celine untuk membantu para penderita diabetes.

Lewat glukometer temuannya, Celine meraih penghargaan sekaligus beasiswa pendidikan sebesar US$15 ribu, setara Rp213 juta. Dia juga diundang mengikuti pelatihan di Virgin Galactic selama 1 tahun.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 4 halaman

Ini Impian Peraih Nilai 100 untuk Semua Mata Pelajaran UN

Dream - Siswa kelas III IPA 6 SMA Negeri 4 Surakarta, Ananda Hafidh Rifai menjadi pembicaraan khalayak. Pemuda asal Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo ini mendapatkan nilai sempurna ujian nasional.

Empat mata pelajaran Ujian Nasional, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Peminatan Jurusan Fisika dia tuntaskan dengan maksimal. Raihan skor akhirnya, 100.

Dengan nilai itu, Hafidh diterima di jurusan Teknik Elektronik, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia masuk UGM dengan sistem Bidik Misi. Dengan sistem ini, dia tak dikenai biaya apapun selama di UGM.

Kepada Merdeka.com, Hafidh terkejut dengan torehan nilai itu. " Saya sebenarnya kaget, tidak menyangka mendapat nilai 100 semua. Prediksi saya sebelumnya cuma 80 atau 85 saja," kata Hafidh.

Hafidh Rifai Raih Nilai UN Sempurna (Foto: Merdeka.com)

Hafidh Rifai Raih Nilai UN Sempurna (Foto: Merdeka.com)

4 dari 4 halaman

Belajar di Waktu Longgar

Pemuda kelahiran 11 Oktober 2001 itu mengatakan, meski mendapat nilai sempurna, dia mengatakan belajar secara mandiri. Dia tak mengandalkan kursus atau bimbingan orangtua.

" Saya belajar di waktu-waktu yang longgar," ucap dia.

Dengan torehan ini, Hafidh berharap dapat membantu orangtuanya. Sebab, sejak sang ayah meninggal, ibunya harus berjualan mainan untuk menghidupi keluarga.

" Saya inign membantu ibu saya yang selama jualan mainan di dekat SD Pucangan. Membantu adik-adik saya biar nanti bisa sekolah yang tinggi," ucap dia.

(ism, Sumber: Merdeka.com/Arie Sunaryo)

Beri Komentar