Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aremania M. Rusdi (Foto: Bola.com/Iwan Setiawan)
Dream - Seorang Aremania asal Probolinggo, M. Rusdi, yang menyaksikan tragedi Kanjuruhan. Mengalami trauma hingga tak pulang ke rumah sejak terjadinya peristiwa itu, 1 Okober 2022.
Terhitung sudah 12 hari dia berada di sekitar Stadion Kanjuruhan. Kisahnya menjadi viral setelah ceritanya datang dari penjual kopi yang menyaksikannya tak pulang. Diketahui tiga temannya dari Probolinggo menjadi korban meninggal dunia.
Remaja 17 tahun ini tak berani pulang lantaran dihantui rasa takut. Dia merasa bersalah kepada keluarga teman-temannya yang kini sudah tiada. Alasan lainnya, dia merupakan yatim piatu.
Kondisi Rusdi sampai membuat asisten pelatih Arema FC, Kuncoro didampingi dua pemain yaitu Kapten Tim Arema FC Ahmad Alfarizi dan pemain Arema FC Jayus Hariono datang menemuinya. Mereka menemui pemuda itu di sebuah warung yang berada di depan Stadion Kanjuruhan, pada Kamis, 13 Oktober 2022.
Rusdi sempat berniat untuk pulang ke Probolinggo yang jaraknya sekitar 3 jam. Namun ketika sudah tiba di terminal Arjosari, Kota Malang, rasa takut membuatnya kembali ke Stadion Kanjuruhan.
“ Saya berangkat bersama dengan teman-teman melihat Arema. Tapi semua teman saya sudah tidak ada. Jadi tidak berani pulang ke Probolinggo. Selama di sini, tidurnya dibawah patung (monumen Singa),” katanya bercerita, dikutip dari Bola.com.

" Baru dua hari ini saya dengar tentang anak ini. Karena viral di Tiktok. Setelah ditemukan teman-teman (pedagang dan petugas Stadion Kanjuruhan) di sekitar stadion, dia sempat hilang lagi. Akhirnya sejak semalam diikuti dan kami bisa bertemu tadi," kata asisten pelatih Arema FC Kuncoro.
Rusdi menyambut baik kedatangan tiga orang perwakilan Arema FC itu. Ketika ditemui, Rusdi terlihat lebih rapi karena membersihkan badannya dulu. Dia memakai jersey pemberian sang kapten Arema, Alfarizi.
Selain memberikan dukungan moral untuk mengurangi trauma Rusdi, mereka juga memberikan santunan.

" Intinya, saya pernah merasakan kehilangan anak. Merasakan juga tidak punya orang tua. Karena kondisi itu kami terpanggil untuk menemuinya,” lanjut Kuncoro.
Remaja ini tak banyak bicara, karena dia tak mengeri bahasa Jawa yang digunakan orang Malang. Namun senyumnya menjadi tanda bahwa suasana hatinya sudah lebih baik.
“ Ada rencana memasukkannya ke pondok pesantren di Gondanglegi, Kabupaten Malang (Rejo Darul Mustofa). Pondok Pesantren itu sangat peduli dengan Aremania,” imbuh Kuncoro.
“ Senang bisa bertemu pemain Arema. Terimakasih dikasih sepatu, baju, celana, tas, sandal,” ujar Rusdi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya