Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Citayam Fashion Week (Deki Prayoga/Dream)
Dream - Kehadiran remaja usia belasan tahun dengan pakaian yang meriah di kawasan Sudirman, Jakarta, tengah menjadi sorotan publik. Mereka sangat percaya diri saat mengenakan outfit, seperti jaket hitam, kemeja flanel oversize, hingga kacamata hitam.
Fenomena tersebut dianggap menarik karena menghidupkan jalanan Ibu Kota Jakarta seperti halnya peragaan busana, sehingga muncullah istilah Citayam Fashion Week.
Gaya anak-anak muda tak hanya itu memang mengundang perhatian, tak terkecuali salah satu media fashion Jepang bernama Tokyo Fashion.
Melalui akun Twitter @TokyoFashion, mereka turut memberikan komentar akan kemunculan subkultur baru tersebut.
“ Thread keren tentang ribuan anak muda Indonesia yang berdandan dan membuat jalan-jalan di Jakarta Pusat menjadi hidup sebagai fashion catwalk, tidak seperti Harajuku di Jepang. Semoga beberapa situs/akun street snap Indonesia mendokumentasikan & mendukung adegan tersebut!,” tulis akun tersebut.
Mereka juga menyampaikan saran agar tren fashion anak-anak muda di jalanan Ibu Kota Jakarta itu bisa terus berlangsung. Menurutnya, keberagaman pakaian tersebut bisa menjadi referensi outfit yang unik dan menarik bagi kalangan anak muda, khususnya di ranah mode fashion lokal.
“ Bagi siapa saja yang ingin membantu membangun komunitas street fashion di Jakarta, memiliki akun media sosial yang secara teratur memposting foto jalanan yang ditandai membantu anak-anak mode untuk saling bertemu, mendorong anak-anak untuk saling menginspirasi & merupakan tempat untuk mempromosikan acara / popup mode lokal dll,” tulisnya.
“ Untuk waktu yang lama, Instagram adalah tempat yang jelas untuk mendokumentasikan gaya jalanan, hari ini TikTok sangat populer di kalangan generasi termuda anak-anak Harajuku. Video juga memberi Anda cara lain untuk menunjukkan kepribadian orang. Tidak yakin apa yang paling populer di Indonesia,” sambunya.
Menurut Tokyo Fashion, kehadiran Citayam Fashion Week turut membangkita kenangan akan momen tren Harajuku yang dulu banyak menghiasi jalanan di Jepang. Sayangnya, media tersebut menyebut jika para pelaku Harajuku dianggap aneh hingga tidak mendapat tempat di sana.
Namun demikian, saat ini banyak kalangan pelajar di Jepang yang mulai menaruh perhatian terhadap tren Harajuku hingga bisa tetap bertahan sampai sekarang.
“ Ada banyak penduduk Harajuku di masa lalu, dan bahkan beberapa bisnis Harajuku, yang tidak begitu menghargai anak-anak yang mengenakan busana gila. Salah satu hal yang membantu Harajuku tetap hidup adalah banyaknya mahasiswa dari perguruan tinggi mode dan kecantikan Tokyo di lingkungan fashion jalanan. Mereka sering membawa anak-anak Harajuku lain ke proyek sekolah mereka sebagai model, pembantu, dll,” tulisnya.
Cool thread about thousands of young Indonesian people dressing up and making the streets of central Jakarta come to life as a fashion catwalk, not unlike Harajuku here in Japan. Hope some Indonesian street snap sites/accounts are documenting & supporting the scene! 👍 https://t.co/IN2rF0V9jY
— Tokyo Fashion (@TokyoFashion)July 10, 2022
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya