Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Deni Mulyadi, Hendak Jual Ayam Agar Bisa Beli Ponsel Demi Ikut Kelas Online (Foto: Instagram @socialdisaster.rescue)
Dream - Pembelajaran online menjadi masalah bagi sebagian siswa. Mereka terpaksa membeli ponsel dan terhubung jaringan internet agar bisa ikut kelas online meski kondisinya serba kekurangan.
Tak perlu jauh-jauh, masalah tersebut ternyata juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang notabene dekat dengan Jakarta. Ternyata tak semua masyarakat yang tinggal di dekat Ibu Kota punya ponsel.
Seperti yang terjadi pada Deni Mulyadi, 14 tahun, asal Desa Rumpin, Kecamatan Parung. Deni hendak menjual ayam kesayangannya untuk membeli ponsel agar bisa masuk kelas online.
Deni adalah yatim yang bersekolah di MA Mathla'ul Anwar. Ayahnya sudah lama meninggal, sementara ibunya, Munawaroh, 54 tahun, setiap hari berdagang buku tulis dan pensil di dekat sekolah dengan penghasilan per hari hanya Rp10 ribu.
Kisah sedih Deni sempat viral setelah diunggah ke Instagram lewat akun @socialdisaster.rescue. Sejak kecil, Deni tinggal bersama ibu dan neneknya di sebuah rumah yang terbuat dari tempelan kayu.
Bahan membuat rumah itu mereka kumpulkan dari meminta ke tetangga. Kayu-kayu tersebut disusun sedemikian rupa hingga bisa ditinggali meski jauh dari kata layak.
Bagi Munawaroh, ponsel adalah barang mewah yang tak mungkin bisa terbeli. Karena penghasilannya saja hanya cukup untuk membeli beras seliter untuk makan tiga orang.
Meski begitu, Deni tak patah semangat. Remaja ini rajin membantu ibunya setiap kali pulang sekolah.
Dalam kondisi normal, Deni pergi ke sekolah dengan jalan kaki. Jarak rumahnya ke sekolah sejauh 3 Kilometer.
Kisah Deni terdengar oleh para warganet. Donasi pun terkumpul lewat SDR Sekolah Relawan yang kemudian disalurkan dalam bentuk ponsel.
Deni kini bisa mengikuti pembelajaran online lewat ponsel tersebut.
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol