Tangis Pilu Sarjana Lulusan Terbaik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 22 April 2019 18:00
Tangis Pilu Sarjana Lulusan Terbaik
Dia sedih. Ini penyebabnya.

Dream – Bagi mahasiswa, wisuda seharusnya menjadi hari yang paling membanggakan. Apalagi dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik. Tapi, wisuda ini bisa jadi acara yang paling menyedihkan dan suram bagi mahasiswa yang satu ini.

Dikutip dari World of Buzz, Senin 22 April 2019, seorang pria bernama Jeric R. Rivas resmi mengantongi gelar sarjana sains di bidang kriminologi. Lulusan La Concepcion College San Jose Del Monte Bulacan, Filipina, ini justru menangis.

Rivas menangis ketika namanya dipanggil untuk maju ke atas panggung untuk menerima tabung wisuda. Tangisannya semakin menjadi ketika menerima gelar sarjana.

Cerita ini diunggah di akun Facebooknya. Rivas mengatakan orang tuanya tak pernah datang ke momen spesial di dalam hidupnya. Terutama, ketika dia dinobatkan sebagai siswa terbaik saat upacara kelulusan Sekolah Dasar (SD).

“ Ketika duduk di bangku SD, saya menerima gelar sebagai siswa terbaik, tapi orang tua tidak pernah datang. Mereka seharusnya naik ke atas panggung dan mengalungkan medali di leher. Tapi, karena tidak datang, saya menolak medali,” tulis dia.

1 dari 2 halaman

Gelar yang Tak Mudah

Setelah merampungkan sekolah, Rivas meninggalkan rumah orang tuanya di Pulau Sibuyan, Romblon, untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Dia pun mengenyam pendidikan di La Concepcion College di San Jose Del Monte, Bulacan.

Di sana, Rivas tak menggapai lulusan terbaik dengan mudah. Pria ini harus bekerja serabutan untuk membiayai kuliah. Dia bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik, pramusaji di resto cepat saji, dan pembantu rumah tangga.

Beruntung ada banyak profesor yang membantunya dan mengundang Rivas ke rumah setelah mendengar situasi yang dialami pria itu. Malah, profesor-profesor ini menjadi keluarga kedua bagi Rivas.

Malah, saat upacara kelulusan, profesor-profesornya naik ke atas panggung ketika nama Rivas dipanggil untuk menerima tabung wisuda.

 Para pengajarnya naik ke panggung untuk mendampingi Rivas.© Akun Facebook Jeric Rivas

“ Satu demi satu nama wisudawan dipanggil dan mereka naik ke atas panggung dengan orang tuanya, tapi orang tuaku tak pernah datang. Ketika namaku dipanggil, profesor-profesorku datang dan menemani saya naik ke atas panggung,” tulis dia.

Para pengajarnya memeluk Rivas dan membesarkan hatinya. “ Saat itu, kesedihanku berkurang, tapi saya tetap menangis di depan banyak orang,” tulis dia.

2 dari 2 halaman

Berharap Orang Tua Bangga

Di akhir tulisan, Rivas berterima kasih kepada para profesor dan semua orang yang telah membantunya melalui masa sulit, termasuk saat upacara kelulusan.

Untuk orang tuanya, meskipun mendapatkan penolakan dan sakit hati, Rivas tetap berterima kasih. Dia berharap orang tuanya bisa bangga kepadanya.

“ Untuk orang tua yang sampai hari ini tak bisa menerimaku, kalau membaca ini, inilah saya sekarang. Saya berharap kalian bangga,” tulis dia. 

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam