Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pria Ini Justru Sedih Ketika Dinobatkan Sebagai Lulusan Terbaik. (Foto: World Of Buzz/Akun Facebook Jeric Rivas)
Dream – Bagi mahasiswa, wisuda seharusnya menjadi hari yang paling membanggakan. Apalagi dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik. Tapi, wisuda ini bisa jadi acara yang paling menyedihkan dan suram bagi mahasiswa yang satu ini.
Dikutip dari World of Buzz, Senin 22 April 2019, seorang pria bernama Jeric R. Rivas resmi mengantongi gelar sarjana sains di bidang kriminologi. Lulusan La Concepcion College San Jose Del Monte Bulacan, Filipina, ini justru menangis.
Rivas menangis ketika namanya dipanggil untuk maju ke atas panggung untuk menerima tabung wisuda. Tangisannya semakin menjadi ketika menerima gelar sarjana.
Cerita ini diunggah di akun Facebooknya. Rivas mengatakan orang tuanya tak pernah datang ke momen spesial di dalam hidupnya. Terutama, ketika dia dinobatkan sebagai siswa terbaik saat upacara kelulusan Sekolah Dasar (SD).
“ Ketika duduk di bangku SD, saya menerima gelar sebagai siswa terbaik, tapi orang tua tidak pernah datang. Mereka seharusnya naik ke atas panggung dan mengalungkan medali di leher. Tapi, karena tidak datang, saya menolak medali,” tulis dia.
Setelah merampungkan sekolah, Rivas meninggalkan rumah orang tuanya di Pulau Sibuyan, Romblon, untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Dia pun mengenyam pendidikan di La Concepcion College di San Jose Del Monte, Bulacan.
Di sana, Rivas tak menggapai lulusan terbaik dengan mudah. Pria ini harus bekerja serabutan untuk membiayai kuliah. Dia bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik, pramusaji di resto cepat saji, dan pembantu rumah tangga.
Beruntung ada banyak profesor yang membantunya dan mengundang Rivas ke rumah setelah mendengar situasi yang dialami pria itu. Malah, profesor-profesor ini menjadi keluarga kedua bagi Rivas.
Malah, saat upacara kelulusan, profesor-profesornya naik ke atas panggung ketika nama Rivas dipanggil untuk menerima tabung wisuda.

“ Satu demi satu nama wisudawan dipanggil dan mereka naik ke atas panggung dengan orang tuanya, tapi orang tuaku tak pernah datang. Ketika namaku dipanggil, profesor-profesorku datang dan menemani saya naik ke atas panggung,” tulis dia.
Para pengajarnya memeluk Rivas dan membesarkan hatinya. “ Saat itu, kesedihanku berkurang, tapi saya tetap menangis di depan banyak orang,” tulis dia.
Di akhir tulisan, Rivas berterima kasih kepada para profesor dan semua orang yang telah membantunya melalui masa sulit, termasuk saat upacara kelulusan.
Untuk orang tuanya, meskipun mendapatkan penolakan dan sakit hati, Rivas tetap berterima kasih. Dia berharap orang tuanya bisa bangga kepadanya.
“ Untuk orang tua yang sampai hari ini tak bisa menerimaku, kalau membaca ini, inilah saya sekarang. Saya berharap kalian bangga,” tulis dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya