Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Kieth (Mirror UK)
Dream - Pandemi virus corona yang sedang berlangsung saat ini, kerap memakan banyak korban.
Menurut penelitian terakhir, pasien yang mudah terserang virus COVID-19 yakni yang memiliki penyakit bawaaan seperti jantung, paru-paru, dan lainnya.
Pasien COVID-19 yang memiliki bawaan penyakit pun memiliki kemungkinan hidup yang sangat kecil. Dia harus berjuang demi hidupnya berkali-kali lipat timbang pasien COVID-19 lainnya.
Salah satunya kisah Keith Watson, 52 tahun. Ia menjadi pasien COVID-19 terlama di Inggris dengan waktu perawatan selama 95 hari.
Dilansir dari Metro, Senin 29 Juni 2020, Watson diketahui mengalami koma selama 23 hari dan menjalani perawatan intensif selama 41 hari.
Pihak keluarga pun sempat dikabarkan bahwa Watson telah meninggal. Namun, mukjizat terjadi, Watson berhasil melawan virus COVID-19 dan kembali bersatu dengan keluarganya.
Watson pertama kali dilarikan ke rumah sakit Queen Elizabeth The Queen Mother Hospital, Margate, Kent Inggris pada 20 Maret 2020. Ia mengalami ashtma dan sesak napas tanpa ada gejala COVID-19 seperti demam dan batuk kering.
Keith kemudian diharuskan menjalani perawatan intensif selama 41 hari karena mengalami gagal paru-paru, setelahnya ia mengalami koma selama 23 hari dan mengharuskannya menggunakan ventilator lebih dari sebulan.

" Aku masih tidak percaya bahwa aku dilarikan ke rumah sakit pada malam itu, kemudian saya bangun enam minggu setelahnya dan seluruh dunia telah berubah," tutur Keith.
Istri Keith, Sarah Watson dan ketiga anaknya, Madeline, George dan Gabrielle tidak dapat menjenguk Keith lantaran adanya kebijakan lockdown di Inggris.
Saat Sarah diberitahu pihak rumah sakit Keith mengalami gagal paru-paru dan kemungkinan besar Keith tidak akan bisa bertahan, ia sangat sedih.
" Saya benar-benar sedih ketika keluarga kami diberi tahu umur dia tidak akan panjang. Kami sangat sedih Keith harus melawan penyakit tersebut. Melihat Keith menderita adalah hal tersulit yang pernah saya alami, tetapi di sisi lain kami yakin dia akan pulang ke rumah dalam keadaan sehat," tutur George.
Setelah kondisi Keith cukup baik, ia dipindahkan ke rumah sakit Kent and Cantebury untuk menjalani terapi agar dirinya bisa kembali berjalan.
" Saya tidak percaya bahwa saya masih hidup. Saya memikirkan orang-orang yang tidak dapat bertahan dari penyakit ini dan jumlah mereka sangat banyak. Saya senang ketika kembali ke rumah, saya bisa memeluk anak saya dan bisa mencium istri saya," jelas Keith.
Saat ini di Inggris jumlah kasus positif COVID-19 306.000 dan 43.000 meninggal.
(Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya