5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi
Dream - Otoritas China kembali menerapkan penguncian wilayah atau lockdown menyusul adanya lonjakan kasus baru virus corona. Kali ini, lockdown dijalankan di Kabupaten Anxin di Provinsi Hebei, dekat dengan Beijing.
Sebanyak 400 ribu warga setempat terkena dampak dari kebijakan ini. Mereka diharuskan berada di dalam rumah dan hanya boleh keluar untuk kepentingan mendesak.
China dilaporkan berhasil menekan peningkatan kasus positif Covid-19 secara konsisten sejak wabah tersebut muncul di wilayahnya akhir tahun lalu. Mengantisipasi gelombang kedua, kenaikan kecil dari kasus Covid-19 ditanggapi sangat serius oleh otoritas kesehatan setempat.
Keputusan untuk menerapkan lockdown diambil pada Minggu waktu setempat. Otoritas menyatakan Kabupaten Anxin " Sepenuhnya tertutup dan dikendalikan."
Mereka yang dibolehkan keluar rumah adalah para pekerja di sektor-sektor penting. Sementara, hanya satu orang dari setiap keluarga yang diizinkan keluar rumah untuk membeli berbagai keperluan.
Sedangkan warga yang bukan penduduk setempat tidak diizinkan memasuki gedung, kawasan perumahan maupun desa-desa. Siapapun yang melanggar akan dihukum oleh polisi.
Anxin terletak di 150 Kilometer arah selatan dari Beijing. Media setempat melaporkan ada 18 kasus baru infeksi Covid-19 muncul di wilayah tersebut sejak dua pekan lalu.
Populasi penduduk di Anxin tidak sepadat kota-kota besar China. Para ahli pun menyatakan optimis penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.
Di sisi lain, para ahli mengkhawatirkan kemunculan gelombang kedua Covid-19 di Beijing. Dalam 24 terakhir, Beijing melaporkan 4 kasus baru sehingga total menjadi 311 orang terinfeksi Covid-19.
Jumlah ini tergolong sangat kecil dibandingkan dengan Amerika Serikat yang melaporkan ribuan kasus baru setiap harinya. Meski demikian, China segera bereaksi begitu ada kasus baru untuk menahan penyebarannya.
Sejumlah lingkungan di Beijing serta perjalanan warganya dibatasi. Kemudian digelar tes dalam gelombang besar.
Sebelum terjadinya lonjakan, dalam 57 hari Beijing melaporka tidak ada kasus baru yang ditransmisikan secara lokal.
Sumber: BBC
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?