Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ustaz Yusuf Mansur (Instagram)
Dream - Ustaz Yusuf Mansur mengunggah video detik-detik sahabantnya, Ustaz Syaepuddin Zuhri, yang meninggal saat menjadi imam sholat Subuh di Masjid Sakinah Warrahmah.
" Allahu Akbar...!! Lagi baca Qs. Al Mu'minuun ayat 4," tulis Ustaz Yusuf Mansur, memberi keterangan video yang diunggah ke Instagram pada Senin 29 Juni 2020.
Ustaz yang beken dengan panggilan Ustaz YM itu mengaku pernah ke masjid itu bersama almarhum KH Airifin Ilham. Dia mengaku sangat iri dengan proses wafatnya Ustaz Syaepuddin.
" Sebelum wafat, beliau kata Ust Haji Barkah, dan saksi mata, sempet istighfar 3x," tulis Ustaz YM.
Meski demikian, Ustaz YM tidak memberikan keterangan kapan peristiwa yang terekam dalam video tersebut terjadi.
" Yaa Allah, wafatkan kami dalam keadaan mulia dan husnul khatimah," tambah dia.
View this post on Instagram
Pada posting lain, Ustaz YM mengunggah foto Ustaz Syaepuddin bersama almarhum KH Arifin Ilham.
" Ini beliaunya. Yg pake peci hitam," tulis Ustaz YM. Pada foto itu, Ustaz Syaepuddin duduk di sebelah kanan KH Arifin Ilham.
" Asli bikin ngiri. Mangga liat videonya di postingan sebelumnya," tambah Ustaz YM.
" Semoga membawa kita kepada pertaubatan juga ya," harap ayah Wirda Mansur itu.
View this post on Instagram
Dream - Kabar duka menyelimuti Ustaz KH Yusuf Mansur. Ayah dari pendiri Pondok Pesantren Daarul Quran itu meninggal dunia pada Kamis pagi ini, 13 Februari 2020.
" Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Mhn doa. Ayah saya wafat pagi ini," tulis ayah dari Wirda Mansur ini ke akun instagramnya @yusufmansurnew.
Dalam foto yang diunggah, tampak ayah dari Yusuf Mansyur terbaring di ruang perawatan sebuah rumah sakit. Sejumlah alat bantu pernafasan terlihat masih terpasang.
Rencananya, ayah Ustaz Yusuf Mansur akan dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Wuran di Tangerang, Banten.
" Dimakamkan di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an, Daarul Qur'an, Kampung Ketapang, Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang, ba'da ashar insyaaAlah," katanya lagi.
Tak lupa Ustaz Yusuf Mansur juga meminta doa agar segala kesalahan ayahnya diampuni. " Mohon doanya, mohon doanya, mohon doanya," katanya.
Dream - Tahap pemungutan suara Pemilu 2019 telah berakhir pada 17 April lalu. Memasuki masa perhitungan suara, ketegangan antar dua kubu pendukung Capres-Cawapres masih belum surut sepenuhnya.
Masih banyak dijumpai serangan kata-kata kasar di media sosial hanya karena berbeda pilihan Capres.
Salah satunya dialami Ustaz Yusuf Mansur yang mendapat komentar pedas saat mengunggah video di akun Instagramnya.
Kala itu Ustaz YM, sapaan tenarnya, tengah membagikan video putrinya sedang makan ketoprak.
Namun unggahan tersebut mendapat komentar berisi kalimat menyakitkan dari seorang waganet yang tak dikenalnya.
Dream - Ustaz Yusuf Mansur memberikan tanggapan tentang rencana larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang oleh pemerintah.
Menurut Yusuf Mansur, pembahasan tentang pro dan kontra larangan penggunaan cadar maupun celana ngatung sangat menarik diperbincangkan, mengingat hal tersebut sangat sensitif dan menyinggung ideologi seseorang.
" Menarik ini membicarakan tentang perbedaan paham, pendapat,termasuk cadar, niqab kemudian celana cungkring atau celana ngatung yang ramai di perbincangkan," kata Yusuf Mansur dikutip Dream dari akun instagramnya, Sabtu 2 November 2019.
Menurut YM, Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bangsa, bahasa hingga agama. Karena itu memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. termasuk dengan cara berpakaian. Tapi dengan adanya perbedaan itu bukan berarti menjadi larang untuk seseorang tidak memakai cadar atau pun celana cingkrang.
" Tidaklah kemudian kita menjadi elok apabila melihat yang berbeda, melihat yang tidak sama, terus kita menggeneralisir dengan satu dasar, misalkan kecurigaan, dengan satu dasar misalkan kekekhawatiran, dengan satu dasar ketakutan," kata dia.
" Misalnya khusus soal cadar-niqab, celana cungkring ya dikhawatirkan dari sana terjadi radikalisme, terjadi bahaya, unsur keamanan dan lain-lain sebagainya, menurut saya tidak lah tepat ya. Ini kan juga sudah sama seperti mengeneralisir," imbuhnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?