Video Detik-Detik Teman Ustaz Yusuf Mansur Wafat Saat Imami Sholat Subuh

Reporter : Eko Huda S
Senin, 29 Juni 2020 18:14
Video Detik-Detik Teman Ustaz Yusuf Mansur Wafat Saat Imami Sholat Subuh
"Sebelum wafat, beliau, kata Ust Haji Barkah, dan saksi mata, sempet istighfar tiga kali," tulis Ustaz YM.

Dream - Ustaz Yusuf Mansur mengunggah video detik-detik sahabantnya, Ustaz Syaepuddin Zuhri, yang meninggal saat menjadi imam sholat Subuh di Masjid Sakinah Warrahmah.

" Allahu Akbar...!! Lagi baca Qs. Al Mu'minuun ayat 4," tulis Ustaz Yusuf Mansur, memberi keterangan video yang diunggah ke Instagram pada Senin 29 Juni 2020.

Ustaz yang beken dengan panggilan Ustaz YM itu mengaku pernah ke masjid itu bersama almarhum KH Airifin Ilham. Dia mengaku sangat iri dengan proses wafatnya Ustaz Syaepuddin.

" Sebelum wafat, beliau kata Ust Haji Barkah, dan saksi mata, sempet istighfar 3x," tulis Ustaz YM.

1 dari 6 halaman

Meski demikian, Ustaz YM tidak memberikan keterangan kapan peristiwa yang terekam dalam video tersebut terjadi.

" Yaa Allah, wafatkan kami dalam keadaan mulia dan husnul khatimah," tambah dia.

      View this post on Instagram

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew) on

2 dari 6 halaman

Pada posting lain, Ustaz YM mengunggah foto Ustaz Syaepuddin bersama almarhum KH Arifin Ilham.

" Ini beliaunya. Yg pake peci hitam," tulis Ustaz YM. Pada foto itu, Ustaz Syaepuddin duduk di sebelah kanan KH Arifin Ilham.

" Asli bikin ngiri. Mangga liat videonya di postingan sebelumnya," tambah Ustaz YM.

" Semoga membawa kita kepada pertaubatan juga ya," harap ayah Wirda Mansur itu.

3 dari 6 halaman

      View this post on Instagram

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew) on

4 dari 6 halaman

Innalillahi, Ustaz Yusuf Mansur Berduka

Dream - Kabar duka menyelimuti Ustaz KH Yusuf Mansur. Ayah dari pendiri Pondok Pesantren Daarul Quran itu meninggal dunia pada Kamis pagi ini, 13 Februari 2020.

" Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Mhn doa. Ayah saya wafat pagi ini,"  tulis ayah dari Wirda Mansur ini ke akun instagramnya @yusufmansurnew.

Dalam foto yang diunggah, tampak ayah dari Yusuf Mansyur terbaring di ruang perawatan sebuah rumah sakit. Sejumlah alat bantu pernafasan terlihat masih terpasang. 

Rencananya, ayah Ustaz Yusuf Mansur akan dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Wuran di Tangerang, Banten.

" Dimakamkan di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an, Daarul Qur'an, Kampung Ketapang, Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang, ba'da ashar insyaaAlah,"  katanya lagi.

Tak lupa Ustaz Yusuf Mansur juga meminta doa agar segala kesalahan ayahnya diampuni. " Mohon doanya, mohon doanya, mohon doanya," katanya.

5 dari 6 halaman

Ustaz Yusuf Mansur Dikomentari Pedas Haters, Balasan Putri Bungsunya Bikin Adem

Dream - Tahap pemungutan suara Pemilu 2019 telah berakhir pada 17 April lalu. Memasuki masa perhitungan suara, ketegangan antar dua kubu pendukung Capres-Cawapres masih belum surut sepenuhnya.

Masih banyak dijumpai serangan kata-kata kasar di media sosial hanya karena berbeda pilihan Capres.

Salah satunya dialami Ustaz Yusuf Mansur yang mendapat komentar pedas saat mengunggah video di akun Instagramnya.

Kala itu Ustaz YM, sapaan tenarnya, tengah membagikan video putrinya sedang makan ketoprak.

Namun unggahan tersebut mendapat komentar berisi kalimat menyakitkan dari seorang waganet yang tak dikenalnya.

6 dari 6 halaman

Kritik Ustaz Yusuf Mansur Soal Larangan Cadar dan Celana Cingkrang

Dream - Ustaz Yusuf Mansur memberikan tanggapan tentang rencana larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang oleh pemerintah.

Menurut Yusuf Mansur, pembahasan tentang pro dan kontra larangan penggunaan cadar maupun celana ngatung sangat menarik diperbincangkan, mengingat hal tersebut sangat sensitif dan menyinggung ideologi seseorang.

" Menarik ini membicarakan tentang perbedaan paham, pendapat,termasuk cadar, niqab kemudian celana cungkring atau celana ngatung yang ramai di perbincangkan," kata Yusuf Mansur dikutip Dream dari akun instagramnya, Sabtu 2 November 2019.

Menurut YM, Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bangsa, bahasa hingga agama. Karena itu memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. termasuk dengan cara berpakaian. Tapi dengan adanya perbedaan itu bukan berarti menjadi larang untuk seseorang tidak memakai cadar atau pun celana cingkrang.

" Tidaklah kemudian kita menjadi elok apabila melihat yang berbeda, melihat yang tidak sama, terus kita menggeneralisir dengan satu dasar, misalkan kecurigaan, dengan satu dasar misalkan kekekhawatiran, dengan satu dasar ketakutan," kata dia.

" Misalnya khusus soal cadar-niqab, celana cungkring ya dikhawatirkan dari sana terjadi radikalisme, terjadi bahaya, unsur keamanan dan lain-lain sebagainya, menurut saya tidak lah tepat ya. Ini kan juga sudah sama seperti mengeneralisir," imbuhnya.

Beri Komentar