Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jamaah Haji Indonesia (Kementerian Agama)
Dream - Dua jamaah calon haji Indonesia dipalak oleh tenaga musiman asal Filipina sesaat setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Mereka dipaksa menyerahkan sejumlah uang setelah dibantu keluar imigrasi.
Menurut informasi dari laman Kementerian Agama, Senin 22 September 2014, jamaah haji yang dipalak itu adalah Sukardi Illias Joyodiharjo. Pemalakan yang dialami Sukardi bermula saat pria asal Banyuasin, Sumatera Selatan itu berjalan keluar dari imigrasi.
Karena sudah uzur, Sukardi berjalan terseok-seok. Kemudian pria berusia 83 tahun tersebut dibantu dengan kursi roda yang didorong oleh tenaga musiman (temus) asal filipina. Sebelum sampai di plaza kedatangan, dia diminta menyerahkan uang secara paksa oleh temus Filipina itu. Akhirnya kakek ini memberikan uang Rp 200 ribu.
Pemalakan juga menimpa Zulkarnain (74), jamaah asal Sekayu, Sumatera Selatan. Kejadiannya hampir sama, temus dari Filipina membantu mendorong kursi roda yang dinaiki oleh istrinya yang sakit, Sarita (68). Sebelum sampai plaza kedatangan temus Filipina meminta imbalan. Sang kakek memberikan imbalan Rp 100 ribu.
Saat petugas melihat kejadian tersebut langsung melaporkan ulah tenaga musiman itu ke polisi bandara, karena diduga sehari sebelumnya mereka telah melakukan tindakan yang sama. Akhirnya polisi membawa temus asal Filipina itu untuk diperiksa lebih lanjut.
Sekretaris Daker Jeddah, Arfi Hatim, menjelaskan bahwa kemungkinan telah banyak kejadian pemalakan seperti ini. “ Kami tengah negosiasi dengan pihak keamanan untuk masalah ini supaya jamaah lain tidak mendapat perlakuan serupa,” kata Arfi Hatim.
Menurut Afri, kepolisian menawarkan dua alternatif penyelesaian masalah pemalakan ini, yaitu uang jamaah haji Indonesia tidak dikembalikan tetapi si pelaku dideportasi atau uang dikembalikan dan pelaku membuat surat pernyataan.
Bandara King Abdul Aziz memang sangat padat dengan jamaah haji yang datang dari brebagai negara. Panitia haji dari Indonesia sebenarnya sudah menempatkan sejumlah tenaga musiman di sana. Bahkan sudah disiapkan pula mobil golf untuk jamaah yang berusia lanjut dan sakit.
Namun, di sana tak hanya ada petugas dari Indonesia saja. Pihak bandara juga telah menempatkan petugas dari negara lain, seperti dari Filipina, Banglades, dan Mesir. Oleh sebab itu, jamaah haji Indonesia diimbau untuk berhati-hati.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012