Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Vaksinasi Massal Kepada Para Pelajar Di SMAN 4 Serang, Banten (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream - Presiden Joko Widodo mengimbau program vaksinasi untuk kalangan pelajar di Provinsi Banten terus digencarkan. Jika semua anak didik telah mendapatkan vaksin Covid-19 diharapkan semua pelajar bisa mengikuti program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Imbauan tersebut disampaikan presiden saat meninjau proses vaksinasi massal untuk kelangan pelajar yang berlangsung di SMAN 4 Serang, Banten.
“ Saya senang sekali hari ini bisa melihat, bisa meninjau vaksinasi massal terutama untuk para pelajar," ujarnya saat konfrensi pers, dikutip Dream pada Rabu 22 September 2021.
Jokowi memberikan apresiasi kepada Provinsi Banten yang dinilai telah sukses menggelar pembelajaran tatap muka. Hal ini tak terlepas dari jumlah pelajar yang belum mendapatkan vaksinasi terbilang sangat sedikit.

Kepada para siswa tersebut, Jokowi mengimbau agar segera mengikuti program vaksinasi agar pembelajaran tatap muka kedepannya akan lebih aman.
“ Saya lihat vaksinasinya juga sangat gencar, persentasenya juga sangat bagus dan segera saja yang masih belum diselesaikan, sehingga seluruh sekolah di Provinsi Banten bisa semuanya tatap muka dalam keadaan yang aman karena sudah dilindungi oleh vaksin," imbuhnya.
Sebagai informasi, vaksinasi yang diadakan di SMAN 4 Serang tersebut diikuti oleh kurang lebih 850 siswa. 150 siswa mendapatkan dosis pertama, sementara 700 siswa lainnya sudah mendapatkan dosis ke dua.
Setelah meninjau proses vaksinasi, mantan Walikota Solo itu juga berkesempatan untuk berdialog secara virtual dengan kepala SMK Negeri 1 Cilegon dan SMAN 1 Ciomas.
Kepala SMAN 1 Ciomas Kabupaten Serang, Aan Hernawan melaporkan proses pembelajaran tatap muka telah berlangsung kurang lebih 2 pekan terakhir. Sementara SMAN 1 Ciomas menargetkan untuk melakukan vaksinasi kepada 307 siswanya.
“ Alhamdulillah tatap muka sudah dimulai dua minggu ini,” ungkap Aan.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 1 Cilegon Widodo yang akan menargetkan 1.300 vaksin untuk para siswanya menyatakan proses PTM sudah dilakukan dua pekan ini.
“ Untuk pelaksanaan (pembelajaran) tatap muka kami sudah melaksanakan dua minggu yang lalu," kata Widodo.
Menurutnya, proses pembelajaran di SMKN 1 Cilegon tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19.
" Dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan, (kapasitas) 50%, maksimal empat jam,” Tambah Widodo.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya