JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Stephanie Speirs (ABC Radio Australia)
Dream - Dukungan untuk kaum Muslim di Australia, melalui tagar #illridewithyou, tak hanya diberikan melalui media sosial Twitter. Belakangan, dukungan itu juga diwujudkan dalam bentuk pin.
Dikutip Dream dari laman ABC Radio Australia, Kamis 18 Desember 2014, setidaknya 1.000 pin #illridewithyou dibagikan kepada masyarakat di Melbourne. Salah satu titik pembagian berada di di Stasiun Kereta Flinders St.
Tagar itu pertama kali dibuat oleh Tessa Kum. Tagar itu dibuat Kum setelah membaca postingan di Twitter tentang kebaikan seorang wanita yang melarang seorang Muslimah meleper jilbab karena takut mendapat perlakuan rasis akibat penyanderaan 16 jam di Martin Palace, Sydney.
Kalimat ini memberi pesan bahwa mereka akan menemani siapa saja yang takut untuk naik transportasi umum di Australia hanya karena mengenakan busana muslim. Pesan ini dengan cepat menyebar dan menjadi trending topic di Twitter.
Kini tagar itu dibentuk pada pin. Dan penggagasnya adalah Stephanie Speirs. Ide awal pembuatan pin ini datang dari tulisan yang dia buat di Facebook mengenai peristiwa ini. Speirs merasa bahwa sebuah pin akan menjadi simbol yang jelas bisa dikenakan, sehingga warga lainnya tahu.
“ Banyak orang mengatakan itu adalah ide yang baik. Saya kemudian merasa bahwa kami harus mewujudkan hal tersebut,” tutur Speirs.
Speirs kemudian mengirimkan permohonan kepada beberapa perusahaan pembuat pin untuk mewujudkan rencana ini. Dan gayung pun bersambut, sebuah perusahaan bersedia meminjamkan mesin embuat pin. Sebanyak 1.000 pin #illridewithyou pun dibuat.
Speirs kemudian mengumpulkan beberapa teman dan menghabiskan sekitar enam jam untuk membuat sekitar 1.000 pin tersebut. Pin-pin itu kemudian dibagikan kepada para penumpang di Stasiun Kereta Flinders St di Melbourne.
Menurut Speirs, kampanye kampanye #illridewithyou ini sangat penting. Sehingga tidak sekadar dilakukan di sosial media saja. “ Saya menyadafri bahwa ini semula terjadi di internet,” kata dia.
Namun, “ Ada banyak orang yang tidak menggunakan Facebook atau Twitter namun memerlukan bantuan. Jadi mengapa tidak membuat pin yang nyata,” tambah Speirs.
Dia berharap pin ini akan mendorong warga untuk berani berbicara bila mereka melihat orang lain diperlakukan buruk di tempat umum. “ Kadang kita lihat, orang hanya saling memandang bila terjadi sesuatu, namun tidak ada yang berani bertindak.”
“ Ini cara yang bagus untuk tahu, bahwa bila kita campur tangan, akan ada orang lain yang akan membantu,” tambah Speirs. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
