Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Michel Houellebecq
Dream - Penulis Perancis terkenal Michel Houellebecq telah memicu kemarahan publik di Prancis. Houellebecq mengumumkan, novel yang ditulis berikutnya menceritakan tentang masa depan Perancis, di mana partai Islam akan memenangkan pemilihan presiden.
Banyak yang mengecam novel yang belum terbit itu provokatif. Dikenal sebagai penulis novel kontroversial, Houellebecq telah mengungkapkan tema novel terbarunya yang berjudul 'Submission' yang akan terbit pada Januari 2015.
Submission bercerita tentang masa depan Perancis pada tahun 2022, di saat Presiden Perancis saat ini François Hollande berada di akhir petualangannya setelah dua kali terpilih.
Dalam novel diceritakan, dua partai besar yakni partai sayap kanan Front Nasional dan Partai Persaudaraan Muslim, saling bertarung untuk mengambil alih kekuasaan dari Hollande.
Akhir cerita menunjukkan bahwa Persaudaraan Muslim berhasil memenangkan pemilihan presiden dengan bersekutu dengan sosialis dan sentris.
Houellebecq merupakan salah satu tokoh sastra utama Perancis, menurut majalah Les Inrocks.
Pada 2002 pengadilan Perancis membebaskan Houellebecq dari tuduhan menghasut rasisme dengan menyebut Islam 'agama terbodoh'.
Judul Submission merupakan kiasan yang jelas dari kata 'Islam', yang dalam bahasa Arab berarti tunduk pada kehendak Allah.
Novel terbaru Houellebecq ini dikhawatirkan semakin memperdalam perasaan anti-Islam di Perancis.
Perancis telah menjadi rumah bagi 6 juta muslim. Perancis merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di Eropa.
Beberapa tahun ini, muslim Perancis mengeluhkan pembatasan terhadap hak-hak menjalankan ibadah mereka. Termasuk larangan memakai hijab di tempat publik yang dikeluarkan pada tahun 2004. Kemudian pada 2011, Perancis melarang perempuan muslim memakai cadar.
Dari jajak pendapat terbaru yang diselenggarakan IFOP menemukan bahwa hampir setengah penduduk Perancis menganggap Islam sebagai sebuah ancaman terhadap identitas nasional mereka.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya