Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Oddity Central)
Dream - Orang-orang menghilang dari kehidupan mapan mereka sepanjang waktu, tetapi tidak ada fenomena ini yang lazim seperti di Jepang. Bahkan negara ini telah merancang istilah untuk fenomena tersebut 'johatsu'.
Johatsu adalah fenomena orang menghilang tanpa jejak dengan alasan yang rasional seperti utang menumpuk, hubungan tanpa cinta, serta budaya kerja yang terkenal keras. Tetapi ada faktor budaya tertentu yang membuat alasan ini jauh lebih serius di Jepang daripada di tempat lain.
Rasa malu membebani keluarga dengan utang, mengalami perceraian atau bahkan berhenti dari pekerjaan kerap jadi alasan tak tertahankan. Mereka hanya punya sedikit pilihan, mengilangkan nyawa sendiri daripada hidup dengan rasa malu, bekerja sampai mati, atau menjadi 'johatsu', yang secara harfiah berarti menguap dari kehidupan.
Sosiolog Jepang Hiroki Nakamori, yang telah mempelajari fenomena johatsu di Jepang selama bertahun-tahun, mengatakan istilah tersebut mulai digunakan di negara Asia pada tahun 60-an. Tepatnya ketika orang-orang menyadari menghilang begitu saja dari kehidupan adalah cara terbaik untuk diri sendiri maupun keluarga.
" Di Jepang, lebih mudah menguap," kata Nakamori.
" Polisi tidak akan campur tangan kecuali ada alasan lain – seperti kejahatan atau kecelakaan. Semua keluarga dapat lakukan adalah membayar banyak untuk seorang detektif swasta. Atau tunggu saja. Itu saja," kata dia.
Privasi adalah masalah besar di Jepang, sehingga orang yang memutuskan menjadi johatsu dapat bersembunyi tanpa khawatir ketahuan. Selama mereka menjauh dari kehidupan yang coba dihindari, mereka tidak perlu repot-repot terlihat di CCTV atau menggunakan kartu kredit di ATM.
Anggota keluarga tidak dapat mengakses video keamanan. Transaksi ATM tidak pernah dilacak.
" Saya mengerti ada penguntit – informasi dapat disalahgunakan. Ini adalah hukum yang diperlukan, mungkin. Tapi penjahat, penguntit dan orang tua yang tidak bisa mencari anak mereka sendiri? Semuanya diperlakukan dengan cara yang sama karena perlindungan. Apa ini?" kata ibu dari seorang johatsu berusia 22 tahun.
" Dengan undang-undang saat ini, tanpa uang, yang bisa saya lakukan hanyalah memeriksa apakah sebuah mayat adalah anak saya – satu-satunya yang tersisa untuk saya," kata dia.
Fenomena johatsu begitu meluas di Jepang. Bahkan ada perusahaan yang mengkhususkan diri membantu orang menguap.
Dikenal sebagai layanan " pindah malam" atau " toko terbang di malam hari" , perusahaan ini membantu mereka yang ingin menjalani johatsu merencanakan penghilangan dan juga menawarkan penginapan sementara di lokasi rahasia.
Pemilik layanan pindahan malam mengatakan tarif ditentukan dari seberapa banyak harta yang ingin dibawa ketika johatsu. Juga seberapa jauh mereka ingin bersembunyi, dan ketika " penguapan" terjadi, harga operasi bervariasi antara 50 ribu yen (setara Rp6,3 juta) hingga 300 ribu yuan (setara Rp38 juta).
Membawa serta anak-anak atau melarikan diri dari penagih utang dapat mendorong harga lebih tinggi lagi. Pemilik perusahaan yang satu ini mengaku membantu 100 hingga 150 orang menjadi johatsu setiap tahun, dikutip dari Oddity Central.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya