Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ferdy Sambo Sempat Tertawa Usai Bunuh Brigadir J, Ngaku Salah Pakai Senjata (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Dream - Bharada E alias Richard Eliezer mengungkap sebuah momen usai Brigadir J tewas pada 8 Juli 2022. Bharada E menyebut kalau Ferdy Sambo tertawa setelah Brigadir J tak bernyawa.
Hal itu diungkap Bharada E saat sidang konfrontir dengan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Berawal dari pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) soal cerita Ferdy Sambo yang mengungkit adanya salah tembak yang dilakukan Bharada E, saat eksekusi Brigadir J.
" Dalam ruang provos tersebut, Sambo pernah cerita kejadian itu lagi misal salah tembak dan lain-lain?," tanya JPU saat sidang di PN Jaksel, Rabu 30 November 2022.
" Itu Bukan di Provos, tapi di kediaman. Jadi saat itu ada saya bang RR juga. Sempat beliau berulang ulang kali ke kami bilang sambil ketawa (Ferdy Sambo), sempat bilang salah pakai senjata," ujar Bharada E.
" Penyampaian itu kayaknya ada yang salah sambil ketawa?," kata JPU.
" Iya sambil ketawa dia," ujar Bharada E.
" Salah tembak kah?," tanya kembali JPU.
" Salah pakai senjata," jawab Bharada E kembali.
Akan tetapi, Bripka RR menyangkal pernah mendengar Ferdy Sambo tertawa atas kesalahan memakai senjata ketika mengeksekusi Brigadir J.
" Yang salah tembak (sambil tertawa) saya tidak pernah disampaikan sama bapak (Ferdy Sambo) beliau salah tembak yang menggunakan senjata itu bersama RE (Bharada E)," kata Bripka RR saat beri tanggapan atas keterangan Bharada E.
Bahkan, bantahan dari Bripka RR dijelaskan dua kali ketika diminta majelis hakim lebih tegas dan lugas. Bripka RR sekali lagi tak pernah mendengar soal tawa itu dari mulut Mantan Kadiv Propam Polri itu.
" Tadi Saudara RE menyampaikan beberapa saat setelah penembakan kami dikumpulkan dan kami dipanggil trus disampaikan bapak, 'Itu salah tembak sampai ketawa-tawa sama RE sama saya'," kata Bripka RR.
" Bahwa beliau salah menggunakan senjata, salah nembak. Saya Tidak pernah mendengar itu dari bapak FS," tambah dia.
Dream - Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) menanggapi soal perempuan yang menangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengatakan, sosok perempuan yang menangis itu bukanlah Putri Candrawatahi maupun ART di rumah tersebut. Bharada E mengaku tidak kenal nama perempuan tersebut.
" Dia (Bharada E) sudah cerita dengan LPSK. Bukan (PC atau ART). Dia tidak kenal nama tapi paras perempuan itu cantik," ungkap Edwin dikutip dari merdeka.com, Kamis 1 Desember 2022.
Sementara itu, kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, mengatakan bahwa keterangan kliennya soal perempuan itu berawal cerita keberangkatan dari rumah pribadi, Jalan Saguling bersama Brigadir J dan Putri Candrawathi.
" Nah di situ dilihat waktu dari Saguling, terus disuruh membawa senjata laras panjang muter-muter Kemang. Kemudian sama Ibu diminta ke Bangka, pas di Bangka mereka disuruh nunggu di depan. Terus saudara Almarhum masuk ke dalam bersama kalau tidak salah Mateus," kata Ronny.
Ketika Bharada E menunggu di luar, di situlah kliennya melihat ada seorang perempuan berpakaian sipil keluar dari rumah sambil menangis.
" Kemudian ada perempuan keluar menangis. Pokoknya pakai baju sipil waktu itu, tidak berseragam, iya tidak berseragam. Untuk detailnya saya akan tanya dan saya kasih tahu ya (nanti)," kata Ronny.
Ronny mengatakan kesaksian soal perempuan di rumah Bangka itu baru dibuka oleh Bharada E sebagai fakta baru persidangan.
" Kaga (belum pernah cerita), ini baru diceritakan ini fakta persidangan. Iya kan hakim yang nanya, bukan (Tidak ada di BAP) hakim itu kan berdasarkan fakta persidangan hakim kan melihat acuannya fakta persidangan," sebutnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya