Frustasi Ibu Meninggal, Anak Wabup dan Pegawai Honorer Konsumsi Narkoba

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 30 November 2019 08:30
Frustasi Ibu Meninggal, Anak Wabup dan Pegawai Honorer Konsumsi Narkoba
Polisi tetap proses hukum

Dream - SatresNarkoba Polres Banyuasin menangkap anak Wakil Bupati Banyuasin, Sigit Tri Atmojo terkait kasus penyalahgunaan Narkoba.

Sigit ditangkap saat menggelar pesta sabu di mess Pemkab Banyuasin bersama seorang pegawai honorer, Indra Yani.

Kasat Narkoba Polres Banyuasin, AKP Liswan Nurhafis mengatakan, alasan Sigit mengonsumsi narkoba karena frustasi ibundanya meninggal dunia pada 4 Desember 2018 lalu.

" Pengakuannya seperti itu, frustasi ibunya meninggal dunia," ujar Liswan dikutip dari Merdeka.com, Jumat 29 November 2019.

Liswan menjelaskan, pasca ibunya meninggal dunia. Selama satu tahun, Sigit mulai akrab dengan barang haram tersebut.

Meski demikian, polisi tetap akan memproses Sigit dan Indra terkait kasus yang menjeratnya.

" Tetap kita proses, kita naikkan (ke kejaksaan). Tapi jika ada permintaan keluarga rehabilitasi bisa juga," kata dia.

(Sumber: Merdeka.com/Irwanto)

1 dari 4 halaman

Bedak di Ketiak Disangka Narkoba, Wanita Habiskan Ultah di Penjara

Dream - Kejadian tidak menyenangkan sekaligus memalukan menimpa seorang wanita bernama Sharonia Paruntu. Dia terpaksa merayakan ulang tahunnya di penjara. 

Sharonia harus berurusan dengan kepolisian lantaran dituduh membawa narkoba. Padahal, benda disangka narkoba sebenarnya adalah bedak ketiak berbahan tawas. 

Peristiwa tersebut diungkapkan oleh sang ayah, Stanley Paruntu setelah putrinya mengeluarkan keluh-kesah di Instagram Story. Kejadian bermula ketika wanita Indonesia yang tinggal di Singapura ini menginap di Hotel W Sentosa.

" Kasihan anakku harus merayakan ulang tahun di kantor polisi!!! Sebab Hotel W Sentosa Singapore membuat laporan anakku pesta narkoba, padahal yang mereka curigai adalah tawas, deodoran bubuk yang dikemas di kantung obat,"  tulis Stanley di laman Facebook.

Yup, dara berparas cantik ini diciduk polisi lantaran membawa deodoran bubuk. Pada mulanya, Sharonia memesan hotel tanggal 9-10 November untuk merayakan ulang tahun bersama teman-teman.

Sharonia© Foto: Facebook Stanley Paruntu

Foto: Facebook Stanley Paruntu

2 dari 4 halaman

Diciduk Saat Lakukan Ini...

Sialnya, dua orang teman Sharonia terperangkap di kamar mandi karena pintu yang mendadak rusak. Ia kemudian meminta bantuan staf hotel untuk membuka pintu kaca yang rusak itu. Tetapi, salah satu staf malah fokus ke bungkus obat berisi tawas.

Sharonia© Foto: Facebook Stanley Paruntu

Foto: Facebook Stanley Paruntu

Staf tersebut menuduh mereka melakukan pesta narkoba di kamar. Hotel kemudian memanggil polisi untuk meringkus Sharonia dan teman-temannya.

Alhasil, mereka pun ditahan 14 jam di Police Cantonment Complex.

3 dari 4 halaman

Diperlakukan Seperti Kriminal

Wanita yang berprofesi sebagai MUA ini pun bingung lantaran staf dan polisi tidak menanyakan apa isi bungkus obat terlebih dahulu.

" Ketika salah satu staf melihat tawas, mereka salah menuduhku. Mereka tidak pernah bertanya apa ini dan tidak pula melakukan beberapa tes,"  tulis Sharon di Insta Story.

Sharonia juga merasa ia dan teman-temannya diperlakukan seperti penjahat selama dikurung. Tetapi setelah polisi melakukan penyelidikan, Sharonia terbukti tidak membawa narkoba.

 

4 dari 4 halaman

Ucap `Terima Kasih` ke Hotel

Bubuk putih tersebut adalah tawas, garam mineral yang digunakan sebagai deodoran alami.

Pemilik akun @sharoniaparuntu itu merasa amat kesal karena staf hotel dan polisi. Ulang tahunnya yang seharusnya berjalan menyenangkan justru rusak akibat insiden salah paham tersebut.

Ia pun menghujat hotel itu dan menulis ucapan sarkasme lewat unggahan Insta Story.

" Terima kasih @whotels untuk hadiah ulang tahun yang bagus,"  ucapnya ketus.

Sharonia© Foto: Facebook Stanley Paruntu

Foto: Facebook Stanley Paruntu

 

 

Beri Komentar