Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
ET Today
Dream - Sebuah minuman bubble tea hanya menjadi pelengkap ketika berkumpul. Jika tidak ada minuman itu, orang-orang akan memesan yang lain.
Tapi, tidak untuk wanita berusia 23 tahun ini. Dia bisa disebut ecinta sejati minuman itu.
Gara-gara tidak dibelikan bubble tea oleh sang suami, ia menangis dan mengurung diri di dalam kamar mandi.
Dilaporkan LTN, pasangan suami istri itu awalnya pergi ke Taichung, Taiwan untuk sekadar jalan-jalan. Sebelumnya, mereka juga terlebih dulu pergi ke Lukang, sebuah tempat di pantai barat Taiwan.
Selama perjalanan itu, si istri terus menyampaikan keinginannya ditraktir bubble tea.
Namun, sang suami hanya menganggap permintaan hal yng biasa. Dia tak ada keinginan untuk membelikannya.
Ketika pulang ke rumah, sang istri marah besar lantaran tak ada bubble tea yang ia idam-idamkan sepanjang perjalaan tadi.
Sang istri menangis, berteriak dan berbicara kosong kemudian lari ke kamar mandi untuk mengunci diri. Bahkan, ia mengeluarkan ancaman yang membuat orang keheranan.
Wanita itu mengancam akan bunuh diri jika tak kunjung dibelikan bubble tea.
" Mengapa kamu tidak mau membelikan saya Buble tea?!" jerit sang istri hingga para tetangga menghubungi polisi.

Polisi kemudian datang dan meminta ke luar dari kamar mandi. Karena masih emosi, perempuan itu tetap bertahan.
Butuh waktu 30 menit untuk merayu agar emosinya turun dan mau keluar dari kamar mandi.
Setelah diberi bimbingan konseling, pasangan itu kemudian kembali bergandengan tangan untuk membeli bubble tea ke Lukang.
Atas peristiwa tersebut, kedai bubble tea di Lukang laris manis diburu pembeli yang penasaran mengenai rasanya. Dalam sehari, kedai tersebut mampu menjual 300 cup bubble tea.
Sahabat Dream kalau punya keinginan yang tidak terpenuhi jangan seperti itu ya.. hehe
(Sah, Erisa Riyana, Sumber: worldofbuzz.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya