Geger Suara Seperti Terompet Sangkakala di Bogor

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 23 Mei 2016 12:01
Geger Suara Seperti Terompet Sangkakala di Bogor
Sempat panik, khawatir terjadi sesuatu. Berasal dari atas rumah warga dengan ciri-ciri berdengung cukup keras mirip...

Dream - Warga Kampung Masjid, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor digegerkan dengan suara misterius yang terjadi pada Minggu malam 22 Mei 2016.

Husnul (28), warga setempat mengaku mendengar suara aneh itu ketika sedang berwudhu. Suara itu berasal dari atas rumahnya dengan ciri-ciri berdengung cukup keras atau nyaris mirip bunyi klakson kapal.

Kejadian suara misterius itu berlangsung sekira 7 detik, beberapa menit setelah hujan yang mengguyur Bogor reda.

Entah mengapa, kata Husnul, terlintas di benaknya fenomena alam suara langit 'sangkakala' seperti yang terjadi di Indonesia dan beberapa negara di Eropa dan Amerika.

Sebab, ada kemiripan jika diperhatikannya dari gema yang dihasilkan suara misterius itu.

Warga lainnya juga menuturkan hal serupa. Dia pun sempat panik, khawatir terjadi sesuatu.

Meski hanya terjadi sekali dengan durasi yang singkat, suara misterius mirip fenomena alam sangkakala itu membuat warga geger.

Selengkapnya klik di sini.

(ism) 

1 dari 3 halaman

Penjelasan Ahli Geofisika Soal Suara `Sangkakala Kiamat`

Dream - Suara aneh mirip terompet dilaporkan terdengar oleh sejumlah besar orang di berbagai belahan dunia sejak musim panas 2011. Banyak menyebutnya The Sound of the Apocalypseatau Suara Kiamat.

Informasi tentang fenomena aneh itu berasal dari seluruh dunia: Amerika Serikat, Inggris, Kosta Rika, Rusia, Republik Ceko, Australia, dan sebagainya.

Banyak dari mereka mengunggah video yang berisi suara aneh dari langit ke YouTube. Namun hingga kini belum dipastikan soal kebenarannya.

Menurut Elchin Khalilov, ahli geofisika Azerbaijan, suara-suara itu sebenarnya tidak bisa didengar oleh telinga normal manusia.

" Kami telah menganalisis catatan suara tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar spektrum mereka terletak dalam kisaran infrasonik, yang tidak terdengar oleh manusia. Apa yang orang dengar adalah hanya sebagian kecil dari kekuatan sebenarnya dari suara-suara tersebut," kata dia dikutip Dream dari Sott.net, Kamis 28 Mei 2015.

Kata, suara-suara itu adalah emisi suara frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 dan 100 Hz yang dimodulasi oleh gelombang infrasonik ultra-rendah 0,1-15 Hz.

Dalam geofisika, suara-suara ini disebut gelombang akustik-gravitasi yang terbentuk di bagian atas atmosfer, khususnya pada batas antara atmosfer dan ionosfer.

Ada cukup banyak penyebab mengapa gelombang tersebut dihasilkan. Di antaranya gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, dan sebagainya.

Namun, skala suara mirip terompet yang terdengar di berbagai wilayah itu, kekuatannya jauh melebihi dari yang dihasilkan oleh penyebab yang disebutkan di atas.

Untuk itu, sumber pemicu gelombang akustik-gravitasi haruslah memiliki energi dalam skala besar. Satu-satunya sumber energi dalam skala besar adalah jilatan api matahari yang kuat dan energi arus besar yang dihasilkan olehnya.

Jilatan tersebut, bersama dengan energi yang dibawanya, menuju ke permukaan Bumi dan menimbulkan ketidakstabilan pada magnetosfer, ionosfer dan atmosfer atas.

Namun, munculnya suara-suara itu juga bisa disebabkan oleh inti Bumi sendiri, kata Khalilov.

Percepatan putaran kutub magnet Bumi sebelah utara meningkat lebih dari lima kali lipat antara tahun 1998 dan 2003. Dan pada tingkat yang sama pada saat ini telah meningkatkan proses energi dalam inti Bumi yang membentuk medan geomagnetik. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Misteri Bunyi Aneh, Bak Suara Terompet dari Langit

Dream - Beberapa rekaman video dari berbagai belahan dunia berhasil menangkap bunyi menyeramkan yang datang dari langit.

Rekaman dari Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Ukraina dan Belarus tersebut masing-masing memiliki bunyi yang sama yakni seperti suara terompet besar ditiup.

Rekaman bunyi terompet pertama kali datang dari Belarus pada 2008 lalu.

Kemudian pada Juni 2013, Kimberly Wookey, dari British Columbia di Kanada juga merekam suara serupa yang datang dari langit.

Sejak itu, dia beberapa kali berhasil menangkap suara yang sama. Yang terbaru, dia merekamnya pada tanggal 7 Mei lalu.

" Saya sebenarnya tidak terlalu percaya pada segala yang berkaitan dengan agama atau alien," katanya.

" Mungkin suara-suara terompet itu hanyal fenomena geofisika."

Sementara itu, Aaron Traylor dari Montana, AS, mengatakan dia sering mengalami mimpi buruk sejak mengunggah video dengan suara menakutkan tersebut.

" Istri saya sampai membangunkan saya dari tidur karena saya berteriak kencang saat mimpi buruk," katanya.

" Saya mendengar suara aneh itu saat berjalan-jalan dengan anjing dan anak saya. Ketika itu, anjing saya sampai menegakkan telinganya dan anak saya tidak mau lagi melanjutkan jalan-jalannya."

Namun apakah yang sebenarnya terjadi?

Menurut Badan Antariksa AS, NASA, fenomena itu kemungkinan adalah bunyi latar belakang yang ditimbulkan oleh Bumi.

" Jika manusia memiliki antena radio, bukan telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri. Para ilmuwan menyebutnyatweeks, whistlers, dan sferics," bunyi pernyataan NASA.

" Bunyi-bunyi terdengar seperti musik latar belakang dari film fiksi ilmiah, tapi ini bukan fiksi ilmiah. Itu adalah emisi radio alami Bumi yang nyata dan meskipun kita sebagian besar tidak melihatnya, bunyi-bunyi tersebut ada di sekitar kita sepanjang waktu."

(Sumber: Metro.co.uk)

3 dari 3 halaman

Misteri Suara Dengungan Bumi Terungkap!

Dream - Misteri soal Bumi mendengung akhirnya terkuak. Peneliti berhasil menemukan penyebab mengapa Bumi selalu bergetar dan mendengung setiap saat. Biasanya manusia baru merasakan getaran Bumi jika terjadi gempa pada skala tertentu.

Akan tetapi sejak akhir tahun 1990-an, para peneliti baru mengetahui bahwa Bumi sebenarnya terus bergetar dan mendengung dalam frekuensi sangat rendah meski tidak terjadi gempa.

Dikutip Dream dari laman Live Science, Sabtu 18 April 2015, getaran dalam frekuensi sangat rendah yang tak terasa oleh manusia itu disebut dengan mikroseismik.

Dengan meneliti mikroseismik, peneliti kini tahu bahwa penyebab getaran dan dengungan Bumi yang terus terjadi adalah gelombang laut.

Sebelumnya, banyak ahli yang mengungkap teori kenapa Bumi bergetar dan mendengung. Salah satu teori menyebut, Bumi bergetar dan mendengung jika gelombang laut besar menghantam pegunungan dasar laut dan dasar benua bawah air.

Sementara teori lain menyebut tabrakan gelombang laut memicu getaran hingga menjadi gempa.

Namun tidak satu pun dari kedua teori itu yang mengindikasikan tentang getaran yang terlihat pada sensor gempa.

Setelah menggabungkan dua studi tersebut menjadi satu model, peneliti mendapat kesimpulan tentang sinyal mikroseismik.

Dengan menggunakan model komputer untuk laut, angin dan dasar laut, peneliti menemukan tabrakan gelombang laut bisa menghasilkan gelombang seismik. Gelombang tersebut butuh waktu 13 detik atau kurang dari itu untuk menghasilkan satu gemuruh.

Jika gelombang yang muncul lebih lambat, peneliti menemukan gelombang laut bergerak di atas dasar laut mampu menghasilkan gelombang seismik dengan frekuensi antara 13 sampai 300 detik.

Peneliti mengatakan gelombang laut panjang itulah yang menjadi pemicu dengungan Bumi. Tekanan gelombang laut yang lebih lama di dasar laut menyebabkan sebagian besar dengungan Bumi.

" Penelitian lebih dalam tentang dengungan ini bisa membantu peneliti menghasilkan peta interior Bumi yang lebih baik," kata Fabrice Ardhuin, pakar kelautan Perancis di French Research Institute for Exploitation of the Sea.

Masalahnya, gelombang seismik ini dapat menembus mantel Bumi dan berpotensi hingga mencapai inti Bumi. Dengan demikian, dengan menganalisis gelombang seismik ini, manusia bisa membuat struktur detail dari planet Bumi. (Ism) 

Beri Komentar