Gejala Omicron Sulit Dibedakan dari Flu, Luhut: Jika Sakit Segera Testing

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 24 Januari 2022 14:00
Gejala Omicron Sulit Dibedakan dari Flu, Luhut: Jika Sakit Segera Testing
Kasus Covid-19 terus naik dipengaruhi penyebaran varian Omicron.

Dream - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap varian Omicron. Dia mengatakan gejala yang timbul akibat terinfeksi Omicron sangat sulit dibedakan dengan flu biasa.

Karena itu, dia meminta masyarakat jika merasakan gejala flu seperti demam dan batuk agar segera melakukan testing. Ini untuk memastikan apakah terinfeksi Omicron atau tidak.

" Mengingat gejala Omicron yang ringan dan sulit dibedakan dengan batuk atau flu biasa, Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan testing bila merasakan gejala tersebut," ujar Luhur dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Di samping itu, tidak dulu keluar rumah jika merasa sakit. Apalagi bepergian ke tempat-tempat umum seperti mall atau pusat perbelanjaan.

" Lakukan isolasi mandiri jika mengalami gejala ringan seringan apapun," kata dia.

 

1 dari 3 halaman

Pemerintah Terus Lakukan Mitigasi

Luhut melanjutkan Pemerintah terus melakukan langkah mitigasi seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Ini untuk mencegah tingkat keparahan semakin memburuk.

" Mendorong akselerasi vaksin umum dan booster bagi seluruh masyarakat," kata dia.

Selain itu, Pemerintah juga meminta masyarakat yang sudah mendapatkan tiket vaksin dosis ketiga atau booster untuk segera melakukan suntik vaksinasi di sejumlah fasilitas.

Pemerintah juga akan terus mendorong vaksinasi dosis dua di sejumlah kabupaten dan kota yang belum memenuhi capaian vaksinasi. Luhut pun meminta seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi umum dan lansia yang masih di bawah angka rata-rata nasional.

" Supaya memberikan perlindungan lebih terhadap varian Omicron ini sehingga hal-hal yang dikhawatirkan itu bisa dimitigasi," ucap dia.

2 dari 3 halaman

2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal, Salah Satunya Terpapar dari Transmisi Lokal

Dream - Kementerian Kesehatan melaporkan dua pasien Covid-19 yang terkonfirmasi terpapar varian Omicron meninggal dunia. Kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia yang meninggal akibat varian baru omicron.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid  mengatakan kedua pasien tersebut diketahui memiliki komorbid.

" Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso," ucap Nadia pada keterangan tertulisnya, Sabtu 22 Januari 2022.

Data Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini bertambah 3.205 kasus. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 627 kasus.

Meski ada peningkatan angka positif Covid-19, laporan pasien yang meninggal dunia relatif masih rendah di bawah 10 kasus dalam sepekan ini. Begitu pula laporan kasus meninggal hari ini berjumlah 5 kasus.

Kenaikan kasus baru konfirmasi merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi 

3 dari 3 halaman

Pertambahan Kasus Positif Dipicu Varian Omicron

Omicron di Indonesia.

Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia© Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia

Sebelumnya sejak 15 Desember 2021 hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia.

Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan penyebaran Omicron di Indonesia. Seperti menggencarkan 3T terutama di wilayah pulau Jawa dan Bali, peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggencarkan akses telemedisin, serta meningkatkan rasio tempat tidur untuk penanganan COVID-19 di rumah sakit.

Kemduian yang terbaru, Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan aturan baru untuk penanganan konfirmasi Omicron di Indonesia. Tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

" Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan COVID-19, dimana untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk Isolasi mandiri dan Isolasi Terpusat," tutur Nadia.

Beri Komentar