Gempa 7,1 M Guncang Kepulauan Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 21 Januari 2021 20:29
Gempa 7,1 M Guncang Kepulauan Talaud, Tak Berpotensi Tsunami
BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Dream - Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang bumi Nusantara. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo 7,1 terjadi di perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Berdasarkan informasi pada akun @infobmkg, gempa terjadi pada Kamis, 21 Januari 2021 pukul 19.23 WIB. Pusat gempa ada di kedalaman 154 Km dekat Kepulauan Talaud.

Lokasi gempa berjarak 134 km arah timur laut Melonguane, 259 km timur laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, 334 km timur laut Ondong, Kepulauan Sitaro, 465 km timur laut Ternate, Maluku Utara, dan 2598 km timur laut Jakarta.

" Gempa ini tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan BMKG.

Getaran gempa dirasakan hingga Melonguane dengan MMI IV, Tahuna IV, Ondong IV, Manado III, Bitung III, Bolaang Uki II, Gorontalo II-III, Halmahera Utara II-III, dan Galela II-III.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh BMKG (@infobmkg)

1 dari 5 halaman

Fenomena Tak Lazim, Indonesia Diguncang 52 Kali Gempa di Awal Tahun

Dream - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya peningkatan aktivitas gempa bumi signifikan yang guncangannya dirasakan masyarakat di awal tahun 2021. Baru berjalan 20 Januari 2021, Indonesia sudah diguncang gempa sebanyak 52 kali..

“ Wilayah Indonesia saat ini tampaknya memang sedang mengalami peningkatan aktivitas gempa bumi signifikan yang guncangaannya dirasakan oleh masyarakat,” kata Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Menurut keterangan dalam unggahan Instagram @daryonobmkg, Rabu 20 Januari 2021, hampir setiap hari terjadi gempa yang dirasakan warga. Terkecuali dua hari, yaitu pada 10 dan 17 Januari lalu, gempa yang dirasakan itu absen.

Namun pada 14 Januari 2021, Daryono mencatat terjadi guncangan gempa yang dirasakan oleh masyarakat di wilayah Indonesia hingga 8 kali.

2 dari 5 halaman

Kondisi Tidak Lazim

Kondisi seperti saat ini, menurut Daryono, tidak lazim. Dibandingkan dengan data gempa yang dirasakan pada Januari 2020, tercatat 54 kali dalam sebulan. Fenomena peningkatan aktivitas gempa kuat itu belum dapat diketahui sebabnya.

Adapun gempa bumi merupakan proses pelepasan energi secara tiba-tiba pada sumber gempa setelah mengalami akumulasi medan tegangan yang sudah berlangsung sejak lama.

“ Gejala meningkatnya aktivitas gempa pada waktu-waktu tertentu masih sulit diterangkan,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Dugaan Sementara Penyebab Gempa

Dugaannya terjadi perubahan pola tegangan secara global, regional, bahkan lokal yang terkait dengan gejala peningkatan gempa kuat.

Walau begitu, menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana mengenali dan membedakan berbagai ragam kejadian bencana gempa yang terjadi.

Pengetahuan itu penting untuk bahan kajian bahaya dan risiko gempa untuk tujuan mitigasi. Utamanya menghindari korban manusia dan mengurangi dampak kerusakan fisik pada bangunan dan infrastruktur.

      View this post on Instagram      

A post shared by DARYONO BMKG (@daryonobmkg)

 

4 dari 5 halaman

Rumah Korban Gempa Sulbar yang Rusak Diberi Bantuan Rp50 Juta

Dream - Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah akan membantu pembangunan rumah masyarakat yang roboh karena gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Janji tersebut disampaikan saat presiden melihat kondisi Kantor Gubernur Sulbar yang hancur.

Selain kantor gubernur, Jokowi juga mengunjungi warga terdampak gempa yang berada di pengungsian. 

" Untuk rumah penduduk yang roboh Pemerintah akan membantu, untuk yang rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, rusak ringan Rp10 juta," ujar Jokowi, dikutip dari

Untuk gedung pemerintahan yang roboh, presiden memastikan proses pembangunan kembali infrastruktur bangunan tersebut akan dilakukan Pemerintah Pusat. Diharapkan dengan langkah tersebut pelayanan publik dapat kembali berjalan.

" Tadi saya sudah sampaikan ke Gubernur, untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh setelah diaudit, nanti segera Pemerintah Pusat akan bangun kembali," kata Jokowi.

 

5 dari 5 halaman

Berharap Segera Pulih

Jokowi mengatakan bantuan ini diharapkan dapat memulihkan kondisi para korban. Juga membantu pemulihan aktivitas ekonomi.

" Dengan harapan bantuan dari pemerintah pusat, pemulihan kembali baik rumah-rumah roboh, pemulihan ekonomi, dan pemulihan pemerintahan akan kembali normal," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Dia juga mendoakan keluarga korban diberi keikhlasan.

'Terakhir saya ingin menyampaikan duka cita yang mendalam yang meninggal dan yang ditemukan, semoga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran," kata dia.

Beri Komentar