Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banser Gerakan Pemuda Ansor Manado Mengikuti Apel Pengamanan Natal Dan Tahun Baru 2016 Di Lapangan KONI Sario, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (23/12) (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Dream - Memberi penjagaan saat perayaan Natal telah menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Di setiap daerah, ratusan personel GP Ansor berkerja sama dengan Kepolisian mengawal jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru 2016.
Di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) seratus personel GP Ansor bersama Pemuda Hindu Dharma akan berkerjasama dengan kepolisian untuk memberi pengawalan pada perayaan Natal.
Menurut Sekretaris GP Ansor NTT Ajhar Jowe, persiapan pengamanan berlangsung sejak 24 hingga 25 Desember 2015. Ada 13 titik gereja di wilayah Kota Kupang yang akan dijaga.
Ajhar mengatakan, partisipasi pengamanan Perayaan Natal sekaligus untuk membuktikan adanya keberasamaan, kerukunan umat beragama.
" Sebab, setiap hari raya keagamaan Idul Fitri maupun Idul Adha teman-teman dari pemuda gereja melakukan hal yang sama," kata Ajhar.
Tak berbeda dengan di NTT, ratusan GP Ansor NU Depok juga berencana mengamankan sejumlah titik gereja di Kota Depok. Menurut Ketua GP Ansor Depok Abdul Kodir, upaya pengamanan ini sebagai komitmen untuk mencegah terjadinya ancaman keamanan.
" Pengamanan gereja saat Natal adalah bentuk komitmen menjaga kondusifitas dan kenyamanan umat beragama dalam menjalankan ibadah sebab ancaman kapan saja bisa terjadi," ujar Abdul, dikutip Dream, dari laman nu.or.id, kemarin.
Abdul berharap, perayaan Natal 2015 ini dapat berjalan aman dan kondusif. Dia menilai, bantuan pengamanan ini sebagai bentuk solidaritas kebangsaan.
" Kami hanya berupaya mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas antaragama dan menjaga keutuhan umat beragama dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," tutur dia menjelaskan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya