Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pak Untung Saat Mengajar
Dream - Apa jadinya bila kehidupan ini tanpa peranan seseorang dalam dunia pendidikan. Pendidikan yang berkualitas akan membawa perubahan yang besar dalam pola hidup manusia. Tahukah anda profesionalisme guru menjadi bagian untuk menunjukan berkulalitasnya sebuah pendidikan.
Guru menjadi kiblat seorang murid untuk mencontoh dan ditiru baik tutur kata serta perliaku. Dalam bahasa Jawa, Gu diambil daripada perkataan “ gugu” yang mempunyai boleh dipercayai. Sedangkan Ru diambil dari perkataan tiru yang bermaksud boleh diteladani atau dicontohi.
Pernahkah anda membayangkan bagaimana jadinya bila anak anda di ajarkan menulis serta membaca oleh seseorang yang jelas tak memiliki sepasang tangan? Keterbatasan fisik itu terjadi pada pria yang mengabdikan dirinya untuk mengajar agama di sebuah Madrasah. Pak Untung begitulah ia akrab disapa.
Pak Untung memang tak seberuntung guru lainnya. Namun semangat serta usahanya yang gigih telah banyak mencetak anak-anak yang cerdas dan pintar.
Meskipun tak memiliki sepasang tangan, Pak Untung tetap mengajar menggunakan papan tulis. Pada awal mengajar alangkah terkejutnya murid-muridnya saat ia mengangkat salah satu kakinya untuk menulis, Subhanallah.
Setiap hari, Pak untung disibukkan dengan kegiatan mengajar di Madrasah dan mengajar mengaji di mushola dekat rumahnya.
Penghasilannya tak begitu besar. Sebagai guru di Madrasah, Pak Untung hanya menerima upah sebesar Rp 300 ribu per bulan.
" Saya ikhlas menjalani semua ini. Meski uang yang didapat tak seberapa, namun saya telah berjanji untuk mengabdikan diri untuk pendidikan" , ungkapnya.
Penasaran dengan kisah Pak Untung? Yuk selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Indahnya Makna Sakinah Mawadah Warohma Kedatangan Kucing Ingatkan Kita untuk Selalu Berbagi? 12 Kiat Khusyuk Saat Salat Kenapa Sebaiknya Tidak Bernyanyi di Dalam Kamar Mandi? Larangan Pernikahan Sedarah Dalam Islam
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya