Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ahmad Tarmizi Mengaku Melihat Bayangan Orang Sholat Saat Proses Pemakaman Ayahnya. (Foto Ilsutrasi)
Dream - Tiada kata yang mampu menggambarkan perasaan jiwa yang terluka ini. Begitulah kesedihan yang dirasakan pemuda ini saat mendengar kabar kematian ayahnya akibat Covid-19 sekitar jam 2 pagi pada 19 Juli lalu.
Pemuda Malaysia bernama Ahmad Tarmizi menerima kabar sedih itu saat sedang menempuh pendidikan di Cape Town, Afrika Selatan (Afsel).
Ayahnya, Che Age Awang yang berusia 73 tahun, meninggal dunia setelah seminggu dirawat di sebuah rumah sakit di Selangor.
Ahmad Tarmizi yang akrab disapa Mizi ini mengaku terkejut dengan kepergian orang yang dia sayang sejak kecil. Tapi dia ridha atas apa yang terjadi.
Mizi mengatakan Allahyarham ayahnya kena Covid-19 dua minggu sebelum Hari Raya AidilAdha. Awalnya dokter menyuruh balik isolasi mandiri di rumah. Namun seminggu kemudian masuk lagi ke rumah sakit.
" Saya seolah tak percaya. Minggu lalu saat masih video call, Allahyarham bilang OK dan sehat. Allahyarham malah bilang 'Harus sehat sebab mau lihat adik (saya) berhasil'.
" Tapi kalau sudah terjadi seperti ini, saya tak tahu mau bilang apa. Sebab beliau tidak punya penyakit lain. Sangat cepat, seminggu saja beliau masuk rumah sakit," ujar Mizi sedih.
Menurut Mizi yang juga mengambil bidang studi Undang-Undang Islam, segala kenangan dengan Allahyarham masih segar di ingatan.
Mizi mengatakan dia baru saja kembali ke Afsel pada Mei lalu sejak pulang ke tanah air pada Oktober 2020.
" Saya baru sebulan balik ke sini. Saya pulang ke Malaysia pada Oktober tahun lalu. Seharusnya saya libur sebentar.
" Tapi disebabkan pandemik, saya terpaksa skip kelas dan begitu balik ke sini langsung ujian," kata Mizi.
Saat ini Mizi sedang menempuh pendidikan untuk meraih gelar master di Afsel dan baru selesai pada November tahun ini.
Mizi teringat pesan Allahyarham untuk menamatkan kuliah di Afsel dan setelah itu pulang ke Malaysia untuk kuliah di Universiti Malaya (UM).
" Jaman dulu Allahyarham punya keinginan masuk UM. Tapi karena ada masalah, cita-cita itu hanya jadi kenangan. Beliau kemudian memutuskan untuk menjadi guru pada waktu itu," ujarnya.
Mizi mengaku ikut menyaksikan proses penguburan ayahnya melalui video call yang disiarkan dari pemakaman.
Namun Mizi gagal menahan rasa sedihnya hingga tidak sanggup untuk meneruskan video call hingga proses pemakaman itu berakhir.
" Ada adik-adik yang merekam dari luar pagar makam. Dia yang membuat video call ketika proses pemakaman.
" Saya cuma lihat sebentar saja kemudian saya matikan. Saya tak sanggup mau melihat proses pemakaman sampai habis," kata Mizi.
Namun ada kejadian aneh yang terlihat saat Mizi mengikuti proses pemakaman ayahnya. Dia melihat bayangan seolah-olah ada orang yang duduk di antara dua sujud menghadap kiblat.

" InsyaAllah semoga itu petanda baik bagi saya. Saya harap Allahyarham ayah ditempatkan bersama orang beriman dan para syuhada," ujar anak bungsu dari tujuh bersaudara ini.
Bercerita mengenai ayahnya, Mizi menjelaskan figur yang cukup dikaguminya itu pernah menjabat sebagai guru besar sebelum melibatkan diri dalam dunia politik.
Allahyarham ayahnya bahkan turut membuka sekolah tahfiz Darul Ulum Az Zahra di Sungai Buloh pada tahun 2001 yang sekarang sudah mempunya 4 cabang.
" Kenangan yang paling saya ingat, Allahyarham sebenarnya seorang yang garang, sebab lama dia jadi guru. Tapi ketika saya sudah dewasa, Allahyarham malah lebih ceria dan suka tersenyum," pungkas Mizi.
Sumber: mStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya