Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Apa jadinya jika suami mengatakan 'kejujuran' ke istri meski menyakitkan? Bahkan sangat mungkin istri akan membenci suaminya dan ogah melayani kebutuhan suaminya, sekalipun apa yang dikatakan sang suami adalah kejujuran.
Oleh sebab itu kita perlu mengetahui bahwa dalam rumah tangga ada perkataan yang diperbolehkan. Kaidah yang dipakai dalam hal ini yaitu hadits berikut:
Ummu Kultsum berkata; " Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shalallaahu 'alaihi wassalam memberi keringanan tentang suatu pembicaraan orang-orang dusta, kecuali dalam tiga hal. Yakni, peperangan, memperbaiki hubungan antarsesama, serta pembicaraan seorang suami kepada istrinya dan seorang istri kepada suaminya." (HR. Muslim)
Para suami hendaknya menjaga perasaan istri dari perkataan jujur yang berpotensi menyakiti perasaan istrinya, begitu pula istri amat perlu menjaga lisan agar suami tak tersinggung dengan perkataan jujur yang mungkin saja dapat membuatnya merasa direndahkan.
Berikut ini beberapa hal 'bohong' yang boleh dilakukan oleh pasutri:
1. Bohong mengenai cinta masa lalu yang memang sudah bertaubat dan menjauh dari hal tersebut
Syekh Yusuf Qaradhawi menegaskan alangkah tidak bijaksananya seorang istri menceritakan terus terang kepada suami, misalnya kisah cintanya pada masa lalu yang telah dihapuskan dan ditutup aibnya.
Bahkan, jika seorang suami memaksa istri untuk bersumpah guna menceritakan masa lalunya, Syekh Qaradhawi memandang paksaan suami tersebut tidak bijak. Pertama, karena mengungkit masa lalu termasuk tindakan yang sia-sia. Kedua sumpah tersebut tidak akan menyelesaikan masalah rumah tangga itu.
2. Bohong yang tidak menggugurkan kewajiban masing-masing suami istri, juga tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya
Batasan berbohong dalam rumah tangga, tentu saja sebatas bohong yang tidak menggugurkan kewajiban pihak masing-masing.
" Mereka (para ulama) sepakat bahwa maksud dari bohong (yang dibolehkan) pada pasangan suami-istri ialah dalam hal-hal yang tidak menyebabkan gugurnya hak si suami maupun si istri, atau tidak menyebabkan salah satu pihak mengambil hak yang bukan miliknya." [Fathul Baari, jilid 5 halaman 300].
3. Berbohong demi terciptanya rasa kasih sayang antara suami istri
Syeikh Ibnu al-Utsaimin rahimahullah juga berkata dalam kitab Syarh Riyaadh as-Shaalihiin [6/184]: " Termasuk maslahat juga yaitu seorang suami berbohong kepada istrinya atau seorang istri berbohong kepada suaminya dalam hal yang bisa menciptakan kecintaan dan kasih sayang. Misalnya si suami berkata kepadanya: " Bagiku engkau sangatlah berharga, engkau paling aku cintai dari seluruh wanita,..." dan kata-kata lainnya. Meskipun dia bohong, tetapi itu untuk memasukkan kecintaan kepadanya. Dan maslahat juga menuntut hal tersebut."
4. Berbohong yang tidak menimbulkan mudharat pada orang lain maupun pada diri pasutri tersebut
Para ulama anggota al-Lajnah ad-Daaimah juga ditanya tentang seorang wanita yang terkadang harus berbohong kepada suaminya. Maka mereka pun menjawab: " Berdusta kepadanya tidak apa-apa jika memang itu ada maslahatnya, serta itu tidak memudaratkan siapapun. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membolehkan pasangan suami-istri untuk berbohong kepada pasangannya dalam hal-hal yang berkaitan dengan maslahat keduanya, dan selama itu tidak memudaratkan selain mereka. Kepada Allah kita meminta taufiq." [Fataawa al-Lajnah ad-Daaimah, jilid 19 halaman 170].
Sumber: Ummi-online.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya