13 Awak Garuda Jalani Tes Swab di Karantina Batam, Ini Hasilnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 3 Juli 2020 17:02
13 Awak Garuda Jalani Tes Swab di Karantina Batam, Ini Hasilnya
Para awak tersebut telah diizinkan meninggalkan Batam untuk kembali ke Jakarta.

Dream - Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyatakan 13 awak Garuda Indonesia yang dikarantina di Rumah Sakit Khusus Covid-19 Galang, dinyatakan negatif.

Hal ini didasarkan pada hasil swab test yang dijalankan BTKLPP Batam. " Info terkini, 13 kru, hasil swab-nya negatif," ujar Didi.

13 awak maskapai pelat merah tersebut sudah diizinkan meninggalkan kawasan Batam. Rencananya, mereka akan segera menuju Jakarta.

Sebanyak 13 awak yang terdiri dari pilot dan pramugari dikarantina setelah ditemukan seorang penumpang meninggal dalam pesawat.

Pesawat itu merupakan unit charter atau sewa yang melayani penerbangan dari Medan ke New Delhi, India, singgah di Batam lalu terbang lagi ke Merauke dilanjut ke Fiji.

" Batam menjadi tempat transit dan pertukaran kru," ucap Didi.

 

 

1 dari 3 halaman

Dalam rilis resmi Garuda Indonesia, seorang penumpang penerbangan charter GA 8820 meninggal dunia di dalam pesawat pada Selasa, 30 Juni 2020.

Penumpang yang merupakan warga Fiji tersebut sempat sesak napas namun hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR) menunjukkan negatif Covid-19.

" Telah mendapatkan pertolongan pertama dari awak pesawat berupa pemberian oksigen," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Arifin Setiaputra.

Sebelum terbang, penumpang tersebut sudah menjalani swab test dengan hasil negatif. Ketika pesawat sampai di Bandara Hang Nadim Batam, jenazah penumpang tersebut langsung dievakuasi dengan memperhatikan protokol kesehatan secara menyeluruh.

Sedangkan 13 awak tersebut harus menjalani karantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi Galang. Pesawat diizinkan melanjutkan perjalanan dengan seluruh kru ditukar.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 3 halaman

Penumpang Meninggal Mendadak di Pesawat, 14 Kru Garuda Dikarantina

Dream - Sebanyak 14 kru Maskapai Garuda Indonesia dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang setelah satu Warga Negara Asing (WNA) meninggal dunia secara mendadak dalam penerbangan.

Pesawat tersebut terbang ke India. Namun di tengah perjalanan, seorang penumpang meninggal secara mendadak. Akhirnya pesawat milik Maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, untuk pertukaran kru pesawat.

Ketua Umum Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, semua pramugari maskapai Garuda Indonesia dikarantina di RSKI Galang.

" Singgah di sini (Batam) jadi ada satu penumpangnya meninggal dites dia tidak positif tapi semua pramugari dan pilotnya diturunkan, diganti pilot dan pramugari baru 14 orang dikirim ke RSKI Galang," kata Rudi, dikutip dari , Rabu 1 Juli 2020.

Menurut Rudi, sesuai protokol kesehatan, setelah bepergian ke luar negeri kru pesawat harus menjalani karantina dan tes swab. Kemudian setelah mengikuti swab dan hasilnya negatif kru baru diperbolehkan pulang.

" Hari ini sudah diswab semuanya negatif, karena satu meninggal dan gabung sama penumpang maka dia tidak boleh jalan lagi. Jadi hari ini sudah dua hari tinggal di RSKI Galang," kata Rudi di Panggung Engku Putri.

3 dari 3 halaman

Penjelasan Dinkes Kota Batam

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam yang juga anggota Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi, mengatakan, 14 kru Garuda Indonesia yang terdiri dari pilot dan pramugari tidak harus menjalani karantina selama 14 hari jika tes swab berulangnya negatif.

" Mereka boleh pulang kalau berapa kali tes negatif, " Kata Didi saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu siang.

Didi mengaku mendapat kabar dari Pangkalan TNI AU Bandara Hang Nadim Batam, pukul 02.00 WIB, Senin 29 Juni 2020, bahwa ada pesawat carter Garuda dengan kapasitas 100 orang dengan rute Medan-Fiji-India mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam karena ada penumpang WNA meninggal dunia dalam pesawat.

Setelah mendarat, kemudian tim mengevakuasi dan melakukan tes terhadap WNA yang meninggal dunia dan 14 kru pesawat.

" Yang WNA hasil swabnya negatif, untuk kru pesawat ditukar untuk melanjutkan perjalanan," ucap Didi.

Beri Komentar