Setelah Masker, Tisu Toilet Jadi Target Perampokan Akibat Wabah Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 18 Februari 2020 07:12
Setelah Masker, Tisu Toilet Jadi Target Perampokan Akibat Wabah Virus Corona
Kepanikan mendorong warga membeli berbagai peralatan kesehatan.

Dream - Perampok bersenjata mencuri ratusan gulungan toilet pada Senin, 17 Februari 2020. Perampokan ini berbarengan dengan pembelian besar-besaran peralatan kebersihan karena kelangkaan saat wabah virus corona, Covid-19, menyebar.

Polisi mengatakan seorang sopir truk ditahan tiga orang pria di luar sebuah supermarket di Mong Kok, distrik kelas pekerja dengan sejarah " Triad" geng kejahatan terorganisir Hong Kong.

" Seorang pengantar barang diancam oleh tiga pria yang memegang pisau yang mengambil tisu toilet senilai lebih dari dollar Hong Kong 1.000 (Rp1,75 juta)," kata seorang juru bicara kepolisian.

Cuplikan dari Now TV menunjukkan simpatisan polisi berdiri di sekitar beberapa krat tisu toilet di luar supermarket Wellcome. Salah satu peti hanya setengah ditumpuk.

Warga Hong Kong bereaksi dengan campuran kebingungan dan kegembiraan terhadap pencurian tersebut.

Dilaporkan Channel News Asia, tisu toilet menjadi salah satu properti `panas` bisnis. Meski ada jaminan dari pemerintah bahwa persediaan tisu toilet tersedia, masyarakat rupanya tidak terpengaruh.

1 dari 7 halaman

Antrean Panjang

Supermarket telah berusaha mengisi rak peralatan kesehatan yang kadang menyebabkan antrean panjang.

Di samping tisu toilet, bahan makanan pokok seperti nasi dan pasta serta sanitiser tangan dan barang pembersih turut menjadi buruan.

Kasus virus corona di Hong Kong, dilaporkan telah menjangkiti 57 orang. Warga saat ini mengalami kekurangan masker wajah.

2 dari 7 halaman

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Pasien Virus Corona

Dream - Taiwan mengumumkan kasus kematian pertama akibat virus corona atau Covid-19 pada Minggu malam, 16 Februari 2020 waktu setempat. Pasien yang meninggal diidentifikasi sebagai pria berusia 61 tahun.

Pasien tersebut meninggal di rumah sakit pada Sabtu pekan lalu dan dinyatakan positif terjangkit virus corona. Pria itu memang mengalami masalah kesehatan namun tidak ditemukan riwayat dia bepergian ke luar negeri, menurut pernyataan resmi pejabat setempat.

Kematian pria Taiwan ini menjadi korban kelima virus corona yang meninggal di luar Tiongkok. Empat kasus sebelumnya terjadi di Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Prancis.

" Kasus terakhir ini adalah seorang sopir taksi tidak berlisensi. Klien utamanya adalah orang-orang yang pernah ke Tiongkok, Hong Kong dan Makau," ujar Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chen Shih-cung, dilaporkan Channel News Asia.

Chen mengatakan pihak otoritas setempat tengah mempelajari daftar klien si sopir taksi dan riwayat perjalanan mereka. Langkah ini untuk melacak kemungkinan sumber infeksi.

3 dari 7 halaman

Kerabat Pasien Ikut Tertular

Seorang kerabat pria dari pasien ini berusia 50 tahun dikonfirmasi turut tertular, kata Chen. Meskipun kerabat pasien tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkiti.

Taiwan mengkonfirmasi saat ini ada 20 kasus infeksi corona di negara tersebut.

Sebelumnya, Prancis mengumumkan kasus kematian akibat corona pada Sabtu lalu. Ini merupakan kasus kematian pertama di luar Asia dan di Eropa.

Hampir 1.000 warga Taiwan masih menunggu langkah retapriasi di Prrovinsi Hubei setelah Beijing dan Taipei saling tuding kasus ini adalah manipulasi politik.

Sejauh ini, jumlah kematian di seluruh akibat virus corona tercatat mencapai 1.775 jiwa. Jumlah terbanyak masih terjadi di Provinsi Hubei dengan total mencapai 1.696 jiwa.

4 dari 7 halaman

Penampakan Paru-Paru Pasien Pengidap Virus Corona... Astagfirullah

Dream - Kian hari kabar tentang penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan. Beruntung jumlahnya orang terinfeksi virus bernama resmi Covid-19 ini kembali melonjak setelah sempat menyentuh angka 15 ribu orang sehari pada 13 Februari 2020 yang lalu.

Angka itu merupakan jumlah kasus terbanyak yang dilaporkan China dalam satu hari semenjak wabah virus corona merebak pada Desember 2019.

Komisi Kesehatan Hubei juga melaporkan tambahan jumlah kasus korban virus corona yang meninggal mencapai 242 pada hari yang sama.

Peningkatan jumlah yang dramatis itu karena pemerintah Provinsi Hubei telah mengubah cara mendiagnosis pasien virus Covid-2019.

5 dari 7 halaman

Deteksi Virus Corona Pakai CT Scan

Selama ini pemerintah China hanya mengandalkan tes darah, yang persediaannya terbatas dan dapat memakan waktu berhari-hari untuk memberikan hasil.

Sekarang, pemerintah Provinsi Hubei mulai menggunakan teknik computed tomography (CT) scan untuk mengetahui seseorang terjangkit virus corona.

Dalam ilmu kedokteran Radiologi, teknik yang digunakan oleh pemerintah Provinsi Hubei ini dikenal dengan istilah Ground-glass opacity (GGO).

Dengan metode baru ini, dokter dapat dengan cepat mendiagnosis dan melakukan perawatan terhadap warga yang terjangkit virus Covid-2019.

6 dari 7 halaman

Paru-Paru yang Normal

Meskipun hasilnya kurang begitu akurat dibandingkan dengan tes darah, tapi para dokter di Wuhan tetap menggunakan teknik GGO ini.

Alasannya adalah mereka sudah kehabisan persediaan peralatan medis untuk melakukan pengujian terhadap orang yang diduga tertular virus.

Pasien yang didiagnosis melalui CT scan akan menunjukkan tanda-tanda terjangkit virus corona di paru-parunya dalam bentuk bercak-bercak ground-glass.

Seperti diketahui, paru-paru normal atau sehat akan tampak berwarna hitam saat dilakukan pemindaian. Jika ada satu atau dua bercak putih kecil, maka itu adalah hal yang wajar.

 Kondisi paru-paru yang normal akan berwarna hitam saat dilakukan pemindaian CT scan.© Shutterstock

 

7 dari 7 halaman

Penampakan Paru-paru Pengidap Virus Corona

Namun jika mereka terjangkit virus corona, akan muncul bercak-bercak putih di paru-parunya dalam jumlah besar.

 JIka terjangkit virus corona, maka paru-parunya dipenuhi bercak putih yang meluas hingga ke bagian tepi.© Weifang Kong and Prachi P. Agarwal

Bercak-bercak itu sebenarnya adalah cairan di ruang paru-paru.

 

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair