Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wiryanto Meninggal Dunia Usai Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNS (Foto: Liputan6.com/Fajar Abrori)
Dream - Usai dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Prof Wiryanto meninggal dunia. Dosen program studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) itu meninggal dunia di Rumah Sakit Moewardi, Surakarta, Kamis, 29 Maret 2018.
" Tadi usai mengajar, saya mendapat kabar jika Pak Wir sedo (meninggal dunia) sekitar pukul 16.14 WIB," ucap Rektor UNS Prof Ravik Karsidi.
Dilaporkan Liputan6.com, meninggalnya Wiryanto menyisakan duka mendalam bagi sivitas akademika. Bahkan, kata Ravik, dia cukup terkejut mendengar kabar tersebut.
" Tadi kondisinya Pak Wir sehat-sehat saja, tidak ada apa-apa. Saat menyampaikan presentasi pengukuhan selaman 45 menit lancar-lancar saja," kata Ravik.
Ravik mengatakan, dari keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, almarhum sempat pulang ke rumah usai acara pengukuhan guru besar. Setelah itu, mereka keluar bersama untuk membuat foto keluarga di salah satu studio foto di Jalan Slamet Riyadi, Solo.
" Ketika mau ambil toga di mobil bagian belakang untuk foto, beliau terkena serangan jantung dan terjatuh. Setelah itu dilarikan ke RS Moewardi hingga meninggal dunia,” ujar Ravik.
Ravik menyebut almarhum merupakan orang yang rendah hati dan gigih memperjuangkan cita-citanya.
Prof Dr Wiryanto merupakan salah satu dosen yang meneruskan studi lanjutan dengan cukup usia namun berhasil lulus dengan hasil baik.
" Beliau mendapat jabatan guru besar di usia yang kritis mendekati pensiun, tetapi tetap gigih meperjuangkannya, sehingga hari ini dikukuhkan sebagai profesor," ujar Ravik.
Sumber: Liputan6.com/Fajar Abrori
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya