Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream – Lobi Hotel Gawharatal Jawar, tempat menginap jemaah haji asal Indonesia, terbakar pada Minggu, 27 September 2015, pukul 12.00 Waktu Arab Saudi. Sekitar 700 jemaah haji asal Indonesia berada di hotel tersebut berhasil dievakuasi.
“Berdasarkan keterangan dari pemilik hotel, titik api bersumber dari mesin pemadam kebakaran atau mudhohhoh yang terletak di belakang resepsionis,” kata Pelaksana Perumahan Daerah Kerja (Daker) Mekah, Ahmad, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.co.id.
Menurut Ahmad, hotel yang terletak di Sektor V dengan nomor rumah 502 ini dihuni oleh sekitar 700 jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Jakarta – Bekasi kloter 34 (Depok), 39 (Bandung), dan 49 (Garut) atau JKS 34, JKS 39, dan JKS 49.
“Karena alarmnya sering bunyi, ada tekanan sehingga meledak,” terang dia. Ahmad menambahkan, pemadam kebakaran tiba di hotel itu kurang dari 10 menit sejak ada laporan.
Beruntung tak ada korban akibat kebakaran itu. Berkat kesigapan pemadam kebakaran dan petugas operasional gedung, seluruh jemaah haji berhasil dievakuasi dari dalam hotel melalui pintu darurat yang ada di sisi kiri hotel.
Jemaah kemudian dievakuasi ke dua tempat, yaitu ke hotel 503 yang berada sekitar 100 meter di sebelah kanan hotel dan sebagian berteduh di bawah pohon pada jarak 100 meter di sisi kanan hotel. Satu jamaah yang kebetulan memang dalam kondisi sedang sakit dan terinfus di klinik kloter, berhasil dievakuasi dan dibawa ke klinik sektor dengan ambulans.
Salah seorang jemaah haji asal Depok, Hayin Aulina Ibrahim, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WAS. Saat itu, dia sedang bersiap-siap untuk melaksanakan salat Zuhur. Lantas, terdengar bunyi alarm kebakaran.
“Bunyi alarm dianggap biasa saja, karena memang suka berbunyi disebabkan ada yang merokok. Tapi kemudian ada yang menggedor pintu dan mennyuruh ke luar untuk ngungsi di 503,” terang Hayin.
Sementara, Ketua Kloter JKS 39, Suhendi, juga mengaku semula ragu dengan bunyi alarm itu, apakah benar-benar terjadi kebakaran atau berbuyi hanya karena asap rokok saja. Dia baru yakin ada kebakaran setelah salah satu jamaah melihat ke bawah dan melihat asap. “Jemaah langsung pada ke luar melalui pintu darurat,” kata Suhendi.
Saat kebakaran terjadi di hotel itu, asap mengepul memenuhi lobi hotel. Petugas kemudian menyiapkan peralatan pemadam kebakaran yang terdiri dari 3 truk tanki air, 2 blower raksasa penyedot asap, 3 mobil ambulans, dan beberapa mobil evakuasi pemadam kebakaran lainnya.
Sekitar 30 menit berselang, asap di lobi hotel sudah berhasil disedot dengan blower raksasa sehingga kondisi sudah relatif normal. Sementara para petugas pemadam kebakaran menyelesaikan tugasnya, beberapa jamaah nampak melihat dan menunggu di halaman hotel.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS