HUT RI ke-74, Teks Proklamasi dan Duplikat Bendera Pusaka Naik Kereta Kencana

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 17 Agustus 2019 09:42
HUT RI ke-74, Teks Proklamasi dan Duplikat Bendera Pusaka Naik Kereta Kencana
Kereta kencana sebelumnya tak pernah dipakai untuk membawa manusia.

Dream - Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 dirayakan dengan tradisi unik. Selain masih mengenakan busana daerah, teks proklamasi dan duplikat Bendera Merah Putih dibawa ke Indonesia menggunakan kereta kencana.

Kedua benda bersejarah itu diboyong menggunakan kereta kencana dari Monumen Nasional (Monas). Bendera dan teks proklamasi dibawa oleh dua anggota Paskibraka.

Kedua Paskibraka tersebut berjalan cukup jauh dari dalam Monas menuju halaman di mana kereta kencana tersebut menunggu.

Penggunaan kereta kencana ini tergolong langla. Alat angkut itu sebernarny atak pernah ditumpangi oleh manusia. Namun pada HUT RI ke-74 kali ini, kereta kencana tersebut membawa dua Paskibraka menuju Istana Presiden.

Rombongan pembawa teks proklamasi dan bendera duplikat tersebut diiringi marching band dari Akademi Kepolisian.

Kirab HUT ke-74 RI juga diikuti oleh perwakilan Raja-Raja Nusantara.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

 

1 dari 3 halaman

Cerita Haru di Balik Perlombaan Khas HUT RI

Dream - Dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, biasanya masyarakat mengadakan berbagai perlombaan tradisional.

Hal itu seolah-olah menjadi bagian tersirat apabila masuk bulan Agustus, masyarakat harus mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan.

Namun, dikutip dari Brilio.net, 17 Agustus 2018, beberapa perlombaan yang sangat ikonik seperti panjat pinang, tarik tambang dan makan kerupuk rupanya menyimpan cerita haru.

Panjang Pinang

Perlombaan panjat pinang seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta ataupun orang yang ingin menonton. Hal itu karena dalam perlombaan ini banyak disajikan berbagai hadiah apabila berhasil naik ke pucuk.

Rupanya, perlombaan ini memiliki cerita tak enak untuk masyarakat Indonesia. Lomba panjat pinang ini sudah ada dari zaman kolonial Belanda, awalnya perlombaan ini diambil dari bahasa Belanda ‘De Klimmast' yang artinya panjang tiang.

 Lomba panjat pinang

Permainan yang berasal dari negeri kolonial itu rupanya tak diminati oleh warga Belanda karena merasa 'jijik' lantaran orang yang berada paling bawah harus rela diinjak-injak oleh orang lain. Untuk itu, Belanda membuat permainan ini untuk masyarakat Indonesia sebagai bahan tertawaan.

Sebagai hadiah, Belanda memberikan beras. Karena sedang dalam kondisi susah, saat itu masyarakat Indonesia sangat antusias mengikuti lomba panjat pinang.

 

 

2 dari 3 halaman

Tarik Tambang

Terjungkal, terseret, itulah yang biasanya kita lihat ketika menyaksikan lomba tarik tambang. Gelak tawa dari para penonon juga menambah kemeriahan perlombaan ini.

Namun, perlombaan ini rupanya menyimpan cerita pilu, pada waktu zaman penajajahan, masyarakat Indonesia dipaksa kerja berat untuk menarik batu, karung pasir atau benda-benda berat lain menggunakan tali tambang.

 Lomba tarik tambang

Para pekerja kemudian menggunakan tali tambang itu untuk tarik menarik sebagai guyonan atau permainan untuk menghibur diri.

3 dari 3 halaman

Makan Kerupuk

Perlombaan ini memang bisa dikatakan susah-susah gampang. Untuk bisa memakan kerupuk yang digantung, kita harus menjinjitkan kaki. 

Perlombaan ini juga menyimpan kisahnya tersendiri, saat zaman penjajahan, kehidupan masyarakat serba susah. Untuk makan saja, masyarakat hanya bisa menyantap nasi dan kerupuk saja.

 Lomba makan kerupuk

Setelah Indonesia, lomba makan kerupuk ini masuk dalam perlombaan dalam merayakan hari kemerdekaan untuk memperingati masa-masa sulit saat zaman penjajahan.

(Sumber: Brilio.net)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone