Ibadah Ramadan yang Paling Banyak Godaannya

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 6 Mei 2019 12:03
Ibadah Ramadan yang Paling Banyak Godaannya
Kenapa?

Dream - Ibadah Ramadan apa yang paling banyak godaannya?

Menurut penjelasan Ustadz Ahmad Sarwat, Lc dalam Rumahfiqih.com dikutip dari Islampos.com, dari semua rangkaian paket ibadah di bulan suci ini, yang paling berat untuk dijalankan bukan puasa di siang hari.

Justru yang terasa amat berat malah sholat tarawihnya. Inilah ibadah yang paling banyak godaannya.

Kenapa?

1 dari 3 halaman

Godaan Bahwa Tarawih 'Cuma' Sunnah

Selalu saja muncul godaan dan bisikan setan, bahwa shalat tarawih itu hukumnya cuma sunnah, bukan wajib. Jadi kalau pun tidak dikerjakan hukumnya kan tidak berdosa.

Tidak ada yang salah sih sebenarnya dari kalimat di atas. Seluruh ulama tanpa terkecuali sepakat berijma bahwa sholat tarawih itu hukumnya memang sunnah dan bukan wajib. Sehingga tidak mengapa kalau tidak dikerjakan.

Tetapi, justru pada kalimat ‘tidak mengapa’ itulah terdapat titik pangkal masalahnya. Karena tidak dikerjakan tidak apa-apa alias tidak berdosa, maka banyak dari kita yang menyepelekan sholat tarawih ini. Kadang-kadang sholat dan sering-seringnya malah tidak.

2 dari 3 halaman

Godaan Tarawih Sendiri di Rumah

Ini godaan yang kedua, yaitu bisikan lembut di dalam batin bahwa sholat tarawih itu tidak harus dikerjakan berjamaah di masjid. Boleh juga dilakukan sendiri-sendiri di rumah masing-masing.

Secara hukum sholat sudah benar, tarawih itu tetap sah bila dikerjakan sendiri-sendiri di rumah. Tidak ada yang melarang hal itu. Tetapi kalau kita merujuk kepada tarawih di masa Rasulullah SAW dan zaman shahabat, nampaknya tidak ada satu pun dari mereka yang sholat tarawih sendiri-sendiri, apalagi di rumah.

Di masa Rasulullah SAW, dari tiga malam tarawih yang dikerjakan beliau SAW, semuanya diikuti sejumlah besar shahabat, mereka lalukan dengan berjamaah, bukan di rumah-rumah melainkan di dalam masjid Nabawi.

Justru alasan kenapa kemudian dihentikan setelah tiga malam, karena alasan semakin banyaknya jumlah jamaah yang ikut tarawih di masjid. Beliau SAW khawatir dengan semakin banyaknya jamaah itu, lantas tiba-tiba tarawih diwajibkan.

Sepeninggal Rasulullah SAW dan sudah tidak ada lagi kekhawatiran diwajibkan, banyak shahabat yang sholat sunnah dan baca Quran sendiri-sendiri. Melihat hal itu Umar bin Al-Khattab segera mengoreksinya. Sebab cara itu justru dianggap tidak sejalan dengan sunnah yang dicontohkan Nabi SAW.

Maka di tahun kedua masa pemerintahannya, sholat tarawih dihidupkan kembali, dengan cara sholat tarawih berjamaah, dengan satu imam, dilaksanakan di dalam masjid hingga menjadi bagian utuh syiar ibadah qiyam Ramadan.

3 dari 3 halaman

Godaan Tarawih di Masjid Terlalu Cepat

Ini godaan yang ketiga, sifatnya agak teknis semata. Entah bagaimana di negeri kita ini, sholat tarawih terkesan dilaksanakan dengan agak terburu-buru.

Begitu selesai sholat Isya’, langsung dikejar dengan sholat tarawih dengan 'speed' yang lumayan tinggi. Tidak ada yang salah sebenarnya, hal itu boleh-boleh saja hukumnya.

Hanya saja, mengingat waktu sholat Maghrib sempat terpotong dengan berbuka puasa, bahkan sholat Maghribnya pun sebaiknya dimundurkan, tapi kenapa malah sholat Isya dan tarawihnya didesain langsung tancap gas.

Akan lebih bijak lagi, bila 'speed' sholat tarawih itu jangan telalu tinggi. Biar bisa khusyu mendengarkan alunan ayat Al-Quran. Semoga kita bisa tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah shalat tarawih ini. Amiin. Waallahu’alam.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara