Miris, Aktivis Granat Terjerat Kasus Narkoba

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 8 Juli 2019 15:01
Miris, Aktivis Granat Terjerat Kasus Narkoba
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya.

Dream - Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Puhowato, Gorontalo, Ismail Abas menyebut salah satu pengurusnya terjerat kasus narkoba. Meski demikian, pria yang akrab disapa Ibas itu menghormati proses hukum.

" Benar bahwa DD adalah pengurus DPC Granat Puhowato. Kami sebagai organisasi masyarakat, pada umumnya mendukung penegakan hukum terhadap siapa saja warga negara Indoensia yang terlibat kasus Narkoba," kata Ibas, dilaporkan Pojoksatu.id, Senin, 8 Juli 2019.

Ibas akan menemui pelaku untuk mendapat keterangan resmi. Langkah itu diambil untuk mengungkapkan keterlibatan DD di dunia narkotika.

Ibas mengatakan, akan mengawal dan mengungkapkan penangkapan DD. " Termasuk jika terdapat indikasi yang tidak sesuai di balik penangkapan ini," kata dia.

Satuan Narkoba Polres Pohuwato menangkap tiga orang yang diduga terlihat kasus narkoba, Sabtu, 6 Juli 2019. Salah seorang diantaranya merupakan DD, aktivis anti narkotika.

1 dari 5 halaman

Penjual Keripik Jamur Mengandung Zat Narkotika Diciduk Polisi

Dream - Direktorat IV Narkoba Mabes Polri mengamankan penjual kripik jamur yang terbuat dari magic mashroom atau jamur tahi sapi produksi Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada 25 Oktober 2017.

" Kami menangkap satu orang pelaku (bernama) Eddy Haryono alias Cyan," kata Eko kepada Dream melalui pesan singkat, Selasa 31 Oktober 2017.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) telah meminta masyarakat mewaspadai keripik jamur Snack Good. Menurut BPOM, keripik jamur tersebut dapat menyebabkan efek halusinasi.

Jamur yang digunakan dalam Snack Good terbuat dari jamur psilosibin, Psilocybin sp atau dikenal sebagai magic mushroom. Jamur ini tumbuh secara alami di kotoran hewan, lumur, ranting kayu busuk.

Menurut Eko, setelah dilakukan pengetesan sampel di Puslabfor Mabes Polri dan Badan Narkotika Nasional, keripik jamur merek Snack Good tersebut positif mengandung psilosin.

" Positif mengandung psilosinGolongan 1 Narkotika," ucap dia.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni 47,4 kilogram jamur tahi sapi matang dan 4 kilogram tahi sapi masih mentah.

Selain itu, polisi juga mengamankan timbangan, alat pres, dua ponsel, dua buku tabungan, serta satu lembar kartu tanda penduduk (KTP) milik pelaku.

Eko mengatakan keripik jamur tahi sapi ini biasa dijual oleh pelaku menggunakan online shop.

 

2 dari 5 halaman

Astaga! Keripik Jamur Ini Mengandung Narkoba, Bikin Halusinasi

Dream - Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat mewaspadai keripik jamur Snack Good. Menurut BPOM, keripik jamur tersebut dapat menyebabkan efek halusinasi.

BPOM dikutip dari situs resminya, pom.go.id, menyebut jamur yang digunakan dalam Snack Good terbuat dari jamur psilosibin, Psilocybin sp atau dikenal sebagai magic mushroom. Jamur ini tumbuh secara alami di kotoran hewan, lumur, ranting kayu busuk.

Jamur ini dikenal masyarakat awam dengan nama jamur tahi sapi.

Berdasarkan literatur, jamur tahi sapi mengandung bahan aktif psilosibin dan psilosina yang termasuk ke dalam narkotika Golongan I.

Psilosibin mempunyai sifat halusinasi dan dapat mengubah suasana hati (mood), mengubah persepsi diri dan dunia sekeliling. Selain itu, zat ini dapat membuat seseorang meluapkan perasaan baik rasa senang maupun rasa sedih.

BPOM menyebut produk tersebut tidak terdaftar atau tidak mempunyai izin edar. Produk ini tidak memiliki nomor izin edar BPOM dan nomor izin edar dari Dinas Kesehatan.

Apabila produk tersebut ditemukan di peredaran maka dapat dikategorikan sebagai produk pangan ilegal. BPOM bersama instansi terkait akan terus mendalami kasus ini untuk mencegah beredarnya produk yang dapat berpotensi buruk terhadap kesehatan.

(Sah)

3 dari 5 halaman

`I-Doser` Diblokir, Ada Misi Lain `Narkotika Digital`?

Dream - Masyarakat dibuat resah mengenai kabar dampak aplikasi digital I Doser yang disebut-sebut serupa dengan narkotika jenis ganja. Namun menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) aplikasi berbasis audio itu tidak tergolong dalam jenis narkotika.

Walaupun begitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah meminta Internet Serive Provider (ISP), untuk memblokir sementara empat domain terkait aplikasi berbasis teknologi audio, I-Doser.

" Mengingat informasi ini telah menimbulkan keresahan masyarakat, maka Kominfo sementara ini telah meminta ISP agar memfilter empat nama domain agar tidak dapat diakses oleh publik," jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu, dalam keterangan resminya, Selasa 20 Oktober 2015.

Empat domain yang diblokir itu adalah i-doser.com, idoseraudio.com, idosersoftware.com, dan istoner.com. Pemblokiran ini pun tetap dilanjutkan sesuai dengan rapat Panel IV Bidang Investasi Illegal, Penipuan, Perjudian, Obat dan Makanan dan Narkoba.

Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari BNN, BP POM, OJK, Asosiasi Pakar (KADIN, ISOC, APJII) dan beberapa tim ahli telah memberikan telaahan dari berbagai aspek dan menyimpulkan situs i-doser menggunakan nama yang dilarang dan bersifat melanggar ketertiban Umum (dalam hal ini menggunakan istilah : kokain, marijuana, narkotika dan psikotropika lainnya) sesuai dengan pasal 5 UU Nomor 15 Tahun 2001.

Dan antara penamaan yang ditampilkan dengan produk yang dijual, tidaklah sesuai dengan yang sebenarnya sehingga terjadi penipuan (atau menyesatkan) yang membawa dampak kerugian jual-beli dan transaksi elektronik (UU ITE pasal 28 dan UU Perlindungan Konsumen).

Istilah narcotic digital sesungguhnya hanya merupakan strategi pemilik situs karena dari hasil telaahan BNN menyatakan hal tersebut tidak mengandung unsur narkotik atau unsur obat-obatan lainnya yang berbahaya. Unsur yang ditawarkan dalam situs tersebut hanyalah unsur musik yang dikemas dalam gelombang suara atau frekuensi yang berbeda antara telinga kiri dan telinga kanan.

Rapat Panel ini mengusulkan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk meneruskan pemblokiran situs tersebut termasuk beberapa situs terkait lainnya dan meminta kepada para pengelola ISP untuk menindaklanjutinya. (Ism) 

4 dari 5 halaman

Reaksi Pilu Denada Tahu Mantan Suami Ditangkap Karena Narkoba

Dream - Denada dikabarkan syok mendengar kabar penangkapan mantan suaminya, Jerry Aurum. Ayah satu anak itu dilaporkan ditangkap karena kedapatan memiliki Narkoba.

Lewat managernya, Risna, dikatakan jika Denada sudah mendengar kabar penangkapan pria yang telah memberinya seorang putri tersebut.

" Pasti dia sudah dengar karena kan berita ramai dan wartawan pasti banyak yang telepon dia," kata Risna saat dihubungi,Selasa, 25 Juni 2019.

Menurut Risna, Denada cukup kaget saat pertama kali mengetahui mantan suaminya ditangkap Polisi dalam kasus kepemilikan narkoba. Tak hanya syok, Denada juga sedih mendengar kabar tersebut. 

" Dia syok pasti mendengar berita ini," ucapnya.

Meski tak lagi menjadi pasangan suami istri, Risna mengatakan hubungan keduanya masih terjalin dengan baik. Apalagi saat putri semata wayang mereka didiagnosis terkena kanker darah dan harus menjalani perawatan di Singapura.

Selama perawatan tersebut, Jerry sering menjaga putrinya saat Denada sedang bekerja.

" Walaupun statusnya mantan tapi mas Jerry kan bapaknya," ungkapnya.(Sah)

5 dari 5 halaman

Postingan Terakhir Jerry Aurum Sebelum Diciduk Polisi Terkait Kasus Narkoba

Dream - Kabar menghebohkan datang dari mantan suami Denada, Jerry Aurum. Ayah satu anak itu ditangkap polisi diduga terkait kasus narkoba.

Fotografer satu anak itu ditangkap di Kawasan Tangerang dan saat ini kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. Sebelum ditangkap pada Rabu 19 malam 2019, Jerry menuliskan curhatan dengan mengunggah foto sang buah hati.

Jerry menuliskan curhatan tentang anjuran pengobatan alternatif untuk menyembuhkan penyakit putrinya dari warganet. Namun dari Jerry rupanya tidak begitu berminat cara pengobatan alternatif penyembuhan kanker. Bagi dia pengomatan alternatif dianggap tidak logis.

" Pengobatan alternatif ratusan kali ditawarkan ke gua utk kesembuhan Shakira. Mungkin gak salah, tapi kenyataannya makin subur pengobatan alternatif apa saja, makin tersesat pasien dalam berobat. Hampir tiap hari beredar posting di media sosial soal terapi yang tidak jelas,"  tulis Jerry Aurum dikutip Dream, Selasa 25 Juni 2019.

Meski kurang percaya dengan pengobatan alternatif atas rekomandasi warganet, Jerry berterimakasih atas dukungan untuk kesembuhan sang putri. Dia meminta kepada warganet untuk memberikan bukti dan riset sembuh dari kanker menggunakan pengobatan alternatif.

" Gua sangat berterima kasih banyak atas segala saran dari siapapun yang peduli dan sayang pada Shakira. namun alangkah baiknya kalo informasi yang dishare didukung fakta atau riset yang bener, supaya jangan menyesatkan, bahkan mencelakakan si pasien," tuturnya.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak