Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi
Dream - Dari banyak kisah dan sejarah kehidupan para Nabi yang diceritakan dalam Alquran, salah satu yang begitu melekat dalam ingatan adalah tentang Nabi Yunus AS.
Salah satu kisah yang begitu terkenal dan mukzijat Nabi Yunus adalah saat beliau ditelan oleh seekor ikan besar di tengah lautan. Ia ditelan hidup-hidup dan tinggal di dalam perut ikan raksasa yang konon adalah ikan paus. Selama beberapa waktu ia terombang-ambing di dalam perut ikan tersebut. Dibawa mengarungi samudera.
Namun berkat tobat serta zikir yang diucapkan, ikan itu akhirnya memuntahkan isi perutnya sehingga Nabi Yunus ikut keluar dalam keadaan masih bernyawa. Ikan ini kemudian kembali ke lautan dan meninggalkan Nabi Yunus sendirian.
Cerita antara keduanya memang hanya sampai di situ saja. Namun, di saat Nabi Yunus sudah meninggal ribuan tahun silam, sang ikan justru dianggap masih hidup hingga sekarang. Benarkah demikian?
© Dream
Spekulasi tentang masih hidupnya ikan tersebut muncul merujuk firman Allah dalam surat Ash Shaaffaat ayat: 145. Allah menerangkan jika saat itu Nabi Yunus tidak bertobat, maka ia akan tinggal di dalam perut ikan sampai hari kiamat.
" (139). Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (140). (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, (141). Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. (142). Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. (143). Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, (144). Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (145). (Q.S. Ash Shaaffaat ayat: 139-145).
© Dream
Berdasarkan tafsir dari berbagai sumber, makna " tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (145)" , yakni perut ikan itu akan menjadi kuburnya sampai hari berbangkit. Hal ini kemudian diasumsikan jika ikan tersebut masih hidup hingga saat ini.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun