Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Wajibbaca.com)
Dream - Kesibukan beraktivitas maupun ketiadaan pengetahuan kerap menjadi alasan orang meninggalkan amalan ini. Padahal, jika dijalankan genap dari awal sampai akhir, seseorang diganjar pahala setara dua gunung emas.
Amalan yang dimaksud adalah mengurus jenazah. Prosesnya dijalankan muai dari memandikan, mengkhafani, menyolatkan, hingga mengantarkan ke kuburan dan memakamkan mayit tersebut.
Hal ini telah disebutkan secara jelas dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An Nasai, At Turmudzi, Ibnu Majah, Ath Thayalisiy, dan Ahmad, dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu, dari Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam,
Barangsiapa menyaksikan jenazah (dari rumahnya). (Di dalam satu riwayat), " Barangsiapa yang mengiringi jenazah seorang muslim dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala sampai disholatkan maka ia akan mendapatkan pahala satu qirath. Dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikuburkan, (di dalam riwayat yang lain, sampai selesai semua kepengurusannya) maka ia mendapatkan pahala dua qirath" .
Ditanyakan, " Apakah pahala dua qirath itu?" . Beliau menjawab, " Yaitu sebesar dua gunung yang besar" . (Di dalam riwayat yang lain), " Setiap satu qirath ukurannya itu sebesar gunung Uhud" .
Hadis tersebut disebutkan dalam kitab Al Ihkam fi Syarh Umdatul Ahkam, menjelaskan keutamaan mengurus jenazah.
Yang menjadi pertanyaan, bagaimana jika hanya melakukan sholat tanpa mengantarnya dari rumah duka menuju pemakaman?
Sebagian ulama berpendapat pahala satu qirath didapat bagi mereka yang menyolatkan hingga mengantarkan jenazah ke kuburan. Tetapi, menurut Ibn Hajar, mengantar dari rumah hanya sarana sehingga orang yang hanya ikut sholat jenazah tanpa mengantar dari awal tetap mendapatkan satu qirath.
Sebaliknya, jika seseorang hanya ikut mengantar tanpa ikut sholat ia tidak.........selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya