Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Polresta Depok berhasil menangkap dua pelaku pembacokan ahli IT Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah. Keduanya diketahui bernama Laurens Paliyama dan Edwin Hitipieuw.
Wakapolresta Depok, AKBP Faizal Ramdhani, menjelaskan insiden itu diawali senggolan mobil Avanza milik korban dengan mobil Honda City yang dikemudikan Edwin. Dalam pemeriksaan, pelaku mengatakan senggolan terjadi karena mobil pelaku berusaha menghindari bus.
" Kronologi yang disampaikan kemarin, kendaraan (korban dan pelaku) sempat serempetan," kata Faizal di Mapolresta Depok, Rabu, 12 Juli 2017.
Setelah terjadi senggolan, Hermansyah mengejar dan menghentikan mobil pelaku dengan memalangkan mobilnya. Hermansyah juga diketahui sempat marah-marah ke pelaku.
Tiba-tiba ada satu mobil menghampiri Hermansyah dan Edwin yang tengah terlibat adu mulut. Mobil tersebut dikemudikan Laurens, yang kemudian membacok Hermansyah.
" Mobil korban ini memalang mobil tersangka, dan kemudian tersangka dan korban ini turun," katanya.
© Dream
Faizal menambahkan, saat turun dari mobil tiba-tiba muncul satu mobil lagi yang berhenti. " Satu mobil lagi datang kemudian turun, yang merupakan mobil kawan tersangka dan dialah (Laurens) pelaku utamanya," beber dia.
Para pelaku sedang dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol. " (Saat kejadian) mereka dalam keadaan mabuk, pengaruh alkohol," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana.
Saat ini, kedua pelaku masih berada di Mapolresta Depok. Sapta berujar, keterangan yang didapat masih bersifat sementara dan perlu pendalaman.
© Dream
Dream - Aparat kepolisian sempat kesulitan menemukan pelaku pembacokan ahli IT Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermanysah. Ini lantaran CCTV di sekitar lokasi pembacokan tidak dalam kondisi merekam.
" Saya dengar (CCTV) di KM 6 tidak merekam tapi hanya melihat saja," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 11 Juli 2017.
Untuk itu, pihaknya tengah sedang bertanya ke Jasa Marga mengapa ada CCTV yang tidak diatur dalam mode merekam.
" Nanti saya tanya kenapa hanya dilihat, sejak kapan, saya akan dalami," ujar dia.
Saat ini, kondisi Hermansyah terus membaik setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto.
" Dari keterangan dokter di sana (RSPAD Gatot Subroto) denyut nadi, tensi, normal semua, ada beberapa luka di atas telinga, dagu, siku dan tangan. (Luka) di tangan kiri semua," ujar dia.
Sementara itu, Irina, istri Hermansyah mengalami trauma. Untuk menggali informasi, polisi masih menunggu kondisi psikologis Irina pulih kembali.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya