Lihat Gerhana Matahari Total 2 Juli 2019 di Sini

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 2 Juli 2019 15:00
Lihat Gerhana Matahari Total 2 Juli 2019 di Sini
Durasi maksimum gerhana matahari mencapai 4 menit 33 detik.

Dream - Matahari akan menghilang sementara di Chili dan Argentina, serta Samudera Pasifik, pada 2 Juli 2019.

Diperkirakan, gerhana matahari total akan tampak dari sebagian wilayah Samudera Pasifik, dan seluruh wilayah Chili dan Argentina. Gerhana parsial dimulai pada pukul 12:55 GMT (atau pukul 23.55 WIB).

Dikutip dari laman Space, gerhana matahari total ini punya durasi yang lebih lama dibandingkan peristiwa serupa tahun lalu. Tahun ini durasinya mencapai 4 menit dan 33 detik.

Tapi, durasi maksimum ini hanya dapat dilihat pengamat di beberapa kapal dan pesawat terbang. Kondisi ini terjadi karena posisi gerhana matahari di atas Samudera Pasifik.

Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)© Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)

Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)

1 dari 5 halaman

Masyarakat Indonesia Bisa Nonton di Sini

Totalitas gerhana matahari pertama kali akan terlihat di Pulau Oeno, Inggris di Samudra Pasifik Selatan, pada pukul 10:24 waktu setempat.

Gerhana matahari total kemudian akan terlihat mencapai pantai Chili di dekat kota La Serena pada pukul 16:39 waktu setempat. Setelah itu, gerhana matahari akan bergerak ke arah tenggara.

Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)© Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)

Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)

Gerhana matahari total akan melintasi pegunungan Andes dan San Juan, Argentina, yang terletak tepat di jalur gerhana matahari.

Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)© Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)

Pergerakan gerhana matahari (Foto: Space)

Gerhana matahari yang tak penuh juga`mampir` sebentar di Cordoba dan Buenos Aires, Argentina, serta Montevideo, Uruguay, sebelum kembali ke Samudra Atlantik sesaat sebelum matahari terbenam pada jam 17:40 waktu setempat.

Bagi masyarakat Indonesia, gerhana bulan ini tidak dapat disaksikan secara langsung. Masyarakat yang penasaran dengan proses gerhana matahari dapat menyaksikan siaran langsung daring yang dibuat NASA.

Untuk melihatnya Pengguna dapat mengunjungi tautan ini.

© Dream
2 dari 5 halaman

Terkuak Alasan Lebah Berhenti Terbang Saat Gerhana Matahari

Dream - Lebah selama ini dikenal sebagai hewan yang tak pernah berhenti berdengung dan selalu terbang kesana-kemari. Makhluk pencari madu ini biasanya baru berhenti berdengung di malam hari.

Tapi para ilmuwan menemukan sebuah temuan mengejutkan soal perilaku lebah di saat terjadi gerhana matahari.

Dalam penelitian terbaru dari ilmuwan University Missouri ditemukan jika lebar akan berhenti terbang dan berdenung saat gerhana matahari mencapai puncaknya.

Hasil penelitiannya menunjukan jika gerhana matahari akan memicu perilaku serupa pada lebah seperti kebiasaan hewan ini menjelang senja. Lebah akan terbang melambat dan kembali ke koloni mereka di malam hari.

Temuan ini semakin memberi penjelasan tentang bagaimana lebah merespon isyarat lingkungan yang tidak mereka harapkan.

Penelitian ini melibatkan hampir 400 peserta termasuk ilmuwan, anggota guru sekolah umum dan sekolah dasar dan siswa yang membantu mendirikan 16 stasiun pemantauan di Oregon, Idaho dan Missouri yang merupakan bagian dari jalan totalitas selama gerhana tahun 2017.

 

3 dari 5 halaman

Ini Penyebab Lebah Berhenti Terbang

Hasil analisis data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa lebah terus aktif dalam fase sebelum dan sesudah gerhana matahari total. Di fase ini lebah benar-benar berhenti terbang.

Namun sebelum dan sesudah gerhana itu, lebar cenderung akan terbang lebih lama dari biasanya.

Para peneliti menduga perilaku ini mengindikasikan jika lebah kembali ke sarang mereka atau mengurangi kecepatan terbang agar terhindar dari risiko tabrakan.

Para ilmuwan telah lama terpesona oleh perilaku hewan selama gerhana matahari. Dalam studi tersebut, para peneliti juga mencatat pengamatan sebelumnya yang dilakukan pada respon perilaku burung laut, antelop dan sapi.

" Gerhana memberi kita kesempatan untuk meneliti konteks kondisi lingkungan terkini akan mengubah respon perilaku lebah terhadap cahaya redup dan kegelapan," kata Candace Galen, peneliti utama dalam penelitian ini.

(Sah/Sumber: CNET)

© Dream
4 dari 5 halaman

Kaum Bumi Datar Ajukan Bukti Lewat Gerhana Matahari, Percaya?

Dream - Tak bisa dipungkiri, hingga kini masih terjadi perdebatan mengenai bentuk Bumi. Banyak yang yakin Bumi berbentuk bulat pepat. Tapi tak sedikit yang percaya bahwa bentuk Bumi itu datar.

Bagi golongan yang percaya Bumi berbentuk datar, juga punya argumen dengan segala hal yang mereka klaim sebagai bukti tak terbantahkan. Sama dengan kelompok yang percaya bahwa Bumi berbentuk bulat pepat.

Dan, argumen yang tengah ramai dibicarakan itu adalah fenomena gerhana Matahari total pada 21 Agustus, dan hanya bisa diamati secara langsung dari wilayah Amerika Utara.

Soal klaim ini, kontributor Forbes yang juga pemerhati geologi, Trevor Nace, memaparkannya dengan apik dalam sebuah artikel yang diunggah Selasa 22 Agustus 2017.

Dalam artikel itu, Nace menulis kaum Bumi datar ingin menjadikan gerhana Matahari total itu sebagai bukti bahwa Bumi berbentuk datar, bukan bulat pepat. Maka itulah mereka rela repot-repot membuat penjelasan soal fenomena langka itu.

Kaum Bumi datar sangat percaya bahwa planet kita ini mirip kepingan bola hockey yang pipih dengan kubah di atasnya. Kubah itulah yang mereka sebut dengan cakrawala, yang terdapat benda-benda angkasa, seperti atmosfer, matahari, bulan, bintang, dan sebagainya.

Mereka bahkan menyebut bahwa Bumi itu adalah pusat tata surya dan tidak berputar pada porosnya. Sebagian kaum Bumi datar bahkan percaya bahwa tepian dunia kita ini dikelilingi oleh dinding es seperti dalam serial drama televisi fantasi 'Game of Thrones'.

Namun benarkah gerhana Matahari total di Amerika Utara itu menjadi bukti bahwa Bumi itu datar?

Ada dua isu yang ingin dikemukakan oleh kaum Bumi datar ketika menjelaskan gerhana Matahari total yang dianggap sebagai bukti Bumi itu seperti kepingan bola hockey.

Pertama mengenai jalur gerhana yang bergerak dari barat ke timur. Kemudian mereka juga menyinggung masalah ukuran bayangan Bulan pada Bumi.

Argumen pertama, jika Bumi bulat dan berputar dari barat ke timur, bayangan Bulan harusnya melewati permukaan Bumi dari timur ke barat, seperti Matahari bergerak melintasi langit. Video di bawah ini digunakan kaum Bumi datar untuk menjelaskan argumen mereka.

Namun, tulis Nace, penting untuk diingat bahwa ada perbedaan kecepatan antara Bumi dan bulan. Menurut NASA –badan antariksa Amerikan Serikat, Bulan berputar ke timur dengan mengorbit Bumi pada kecepatan sekitar 3.400 km perjam.

Bandingkan dengan Bumi yang berputar ke arah timur pada kecepatan 1.670 km perjam di khatulistiwa. Ini berarti bayangan Bulan akan bergerak dari barat ke timur pada kecepatan 1.730 km perjam di khatulistiwa.

Nace menggunakan analogi mobil B yang mendahului mobil A di jalan raya. Mobil A akan melewati objek-objek di depannya dari arah kap depan hingga ke bumper belakang. Sementara ketika mendahului mobil A, terlebih dahulu mobil B akan melewati bumper mobil A dan menuju ke kap depan.

5 dari 5 halaman

Bayangan Bulan

Argumen ke dua adalah bayangan Bulan pada Bumi harusnya lebih besar dari ukuran aslinya. Sebagian kalangan pendukung teori Bumi datar melakukan uji coba dengan menyorot benda dengan lampu senter ke tembok. Mereka mendapati bila mereka mendekatkan atau menjauhkan benda itu dari tembok, ukurannya selalu lebih besar dari benda tersebut.

Nace menggambarkan percobaan itu dengan gambar di bawah ini. Sebuah lilin yang menyala menyinari sebuah bulatan. Bayangan bulatan itu memang lebih besar ukurannya dibanding benda aslinya.

Bumi Datar© Forbes

Namun, tulis Nace, ada sedikit masalah pada argumen yang dikemukakan oleh kaum Bumi datar ini. Menurut dia, Matahari memproyeksikan sinarnya ke semua arah. Selain itu ukuran Matahari jauh lebih besar daripada Bulan.

Flat Earth© Forbes

Oleh karena itu, eksperimen kaum Bumi datar bisa dibilang benar jika sumber cahayanya bisa menyebar dengan luas dan jaraknya jauh dari dinding. Bukan mengandalkan sumber cahaya seperti lilin atau senter.

Kaum Bumi datar sepertinya akan terus berusaha menyangkal argumen penganut Bumi bulat. Meski banyak orang menyebut mereka gagal meyakinkan dunia tentang Bumi datar dengan menjelaskan tentang gerhana Matahari total di Amerika Utara awal pekan ini.

Mungkin gerhana Matahari berikutnya pada tanggal 8 April 2024 akan menjadi senjata baru mereka untuk membuktikan bahwa Bumi bulat itu omong kosong belaka.

© Dream
Beri Komentar