6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Istimewa (Foto: Merdeka.com)
Dream - Polisi memastikan proyektil yang menembus ruang kerja anggota dewan di lantai 13 dan 16 Gedung DPR RI merupakan peluru nyasar. Peluru itu berasal dari senjata anggota Perbakin yang tengah melakukan latihan menembak di Senayan.
" Ada yang latihan menembak di Perbakin, yang kemudian pelurunya nyasar ke gedung DPR," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.
Penyelidikan insiden ini tak butuh waktu lama. " Dalam hitungan jam orang yang melakukan peluru nyasar pistolnya sudah ada untuk diproses secara hukum," tambah Setyo.
Setyo menjelaskan, anggota Perbakin yang pelurunya nyasar ke ruangan anggota Fraksi Gerindra, Wenny Warrow, dan fraksi Golkar, bambang Heru Pramono, itu berinisial I. Berasal dari Tangerang.
" Ini akan kami serahkan ke Perbakin. Jadi bukan terorisme, terkait goalnya UU terorisme tidak ada kaitannya," ucap dia.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, mengatakan, I saat ini sudah dibawa ke Mapolda Mentro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.
" Terkait proses hukum kami akan bawa ke Polda Metro Jaya. Kami bersyukur tidak ada korban," ujar Nico.
Selain itu, Ketua DPR, Bambang Soesatyo, meminta Perbakin lebih memperhatikan keamanan lagi. Karena, apabila hal ini terulang khawatir dapat menimbulkan korban.
" Kami meminta pengurus kawasan Perbakin, untuk menambah lagi penghalang atau baja. Kami beryukur tidak ada korban," kata Bambang.
Peluru nyasar yang mengarah ke anggota DPR nyaris memakan korban. Sosok yang nyaris menjadi korban yaitu Pendeta Hesky Roring dan perwira kepolisian AKBP Ronal Rumondor.

Peluru yang melesat, kata Wenny, hanya berjarak 10 sentimeter dari kepala pendeta Hesky.
" Kami bertiga baru ngobrol 2-3 menit kaca meledak lihat ada pecahan, kemudian dia lihat ada bocor di plafonnya, kemudian saya disuruh tiarap. Itu singkatnya," ucap Wenny.
Peluru nyasar itu, tambah dia, mengakibatkan jendela ruang kerjanya pecah. Selain itu peluru juga mengakibatkan plafonnya bolong.
" Tembusan ke plafonnya itu sempurna banget jadi betul-betul tembakan yang profesional," ujar dia.
Dia menduga, peluru itu berasal dari Gedung Kompas. " Kemiringannya arah mungkin dari sebelah Gedung Kompas pelurunya datang. Karena dari Perbakin sudah lihat perkenaannya dan tembusan kaca yang lobangnya," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya